JANGAN MENGGUNAKAN NIKMAT
ALLAH UNTUK BERBUAT ZHALIM
Disusun oleh : Azwir B.
Chaniago
Manusia telah diberi nikmat yang
banyak, baik jumlah dan jenisnya. Bahkan Allah Ta’ala mengingatkan bahwa
manusia tak akan mampu menghitungnya. Tetapi manusia itu zhalim, mengingkari nikmat Allah
Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :
وَآتَاكُمْ
مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu SEGALA APA
YANG KAMU MOHONKAN KEPADA-NYA. Dan jika kalian menghitung nikmat Allah niscaya
kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia itu SANGAT ZHALIM dan
sangat mengingkari (nikmat Allah). Q.S Ibrahim 34.
Kenyataannya memang sangatlah banyak manusia yang tak peduli
dengan kewajiban bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat-Nya. Allah Ta’ala
menjelaskan hal ini dalam firman-Nya :
Pertama :
Allah Ta’ala berfirman :
وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ
وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Dan
sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber)
penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur. (Q.S al
A’raf 10).
Kedua :
Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى
النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada
manusia tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.(Q.S al Baqarah 243).
Salah satu tanda bersyukur adalah menggunakan
nikmat yang diberikan Allah Ta’ala untuk ketaatan kepada Allah Ta’ala. Kenyataannya
ada sebagian manusia menggunakan nikmat Allah UNTUK BERBUAT DOSA DAN MAKSIAT.
BAHKAN DIGUNAKAN UNTUK MENZHALIMI ORANG LAIN.
Ternyata ada manusia yang tak mengetahui
HAKIKAT DIRINYA. SEPERTINYA TAK TAKUT KEPADA ADZAB ALLAH. Ketika mendapat
nikmat berupa pangkat, jabatan, harta bahkan kekuasaan dan yang lainnya, lalu
digunakan untuk berbuat zhalim. Diantaranya berlaku sombong, menghina dan
merendahkan orang lain.
Bahkan ada pula yang mengambil harta orang
lain secara bathil. Dan yang lebih parah lagi adalah menzhalimi orang lain dengan menyakiti, menyiksa bahkan
sampai membunuh orang lain tanpa hak. Setelah membunuh lalu menyebarkan fitnah pula
dan KEBOHONGAN YANG NYATA untuk membenarkan ke zhalimannya.
Orang orang
zhalim terkadang bisa jadi bodoh atau membodohkan diri dan dengan enteng
berkata : Nanti saya segera bertaubat dengan taubat yang sebenar benarnya.
Allah-kan Maha Pengampun.
Ketahuilah bahwa perbuatan menzhalimi manusia
adalah kezhaliman yang tidak dilepaskan oleh Allah Ta’ala. Artinya bahwa si
zhalim harus memohon maaf dan minta ridha kepada yang di zhalimi. Imam Ibnul
Qayyim berkata bahwa ada kezhaliman yang tidak dilepaskan oleh Allah yaitu
kezhaliman seorang hamba kepada hamba lainnya.
Ketahuilah
WAHAI ORANG ORANG YANG SUKA BERLAKU ZHALIM,
Allah Ta’ala tak pernah lengah terhadap apa yang kalian lakukan. Allah
Ta’ala berfirman :
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا
عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ
الْأَبْصَارُ
Dan janganlah engkau mengira bahwa Allah
lengah dari APA YANG DIPERBUAT OLEH ORANG ORANG ZHALIM. Sesungguhnya Allah
menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu mata (mereka) terbelalak. (Q.S
Ibrahim 42).
Syaik as Sa’di berkata : Ini adalah ancaman
keras dari Allah Ta’ala bagi orang orang yang berbuat aniaya atau zhalim.
Sekaligus sebagai penghubur hati bagi orang orang yang menjadi objek perbuatan
zhalim. Allah Ta’ala berfirman : “JANGANLAH ENGKAU 9MUHAMMAD0 MENGIRA BAHWA
ALLAH LALAI DARI APA YANG DIPERBUAT OLEH ORANG ORANG ZHALIM”.
(Fakta menunjukkan) Allah Ta’ala masih
memberikan kesempatan bagi mereka, dan mencurahkan berbagai jenis rizki serta
membiarkan mereka bebas bergerak di negeri negeri dalam keadaan aman lagi tenang.
Hal itu bukan menjadi PERTANDA BAIKNYA KONDISI MEREKA. Allah Ta’ala sedang
menunda atau memberi kesempatan bagi orang yang zhalim atau berbuat aniaya AGAR
DOSANYA SEMAKIN MENUMPUK. Sampai akhirnya ketika Allah Ta’ala menyiksanya maka
dia tidak dapat berkutik lagi. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Oleh karena itu hamba hamba Allah jangan
pernah MENGGUNAKAN NIKMAT ALLAH untuk menzhalimi orang lain. Ketahuilah bahwa
ketika nikmat Allah digunakan untuk
ketaatan kepada-Nya maka datanglah kebaikan dan keselamatan di dunia dan di
akhirat kelak.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu
A’lam. (2.147).









