KELIRU DALAM CARA MENCARI KEBAHAGIAAN HIDUP
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Setiap orang menginginkan happiness in life
atau KEBAHAGIAAN DALAM HIDUPNYA. Ketika ada yang bertanya : Kalau ingin
mendapatkan kebahagian dalam hidup atau memiliki kehidupan yang baik lalu apa
yang engkau butuhkan ?. Lalu ada yang menjawab : Aku butuh pekerjaan atau usaha
dengan penghasilan yang besar. Dengan begitu bisa memenuhi semua kebutuhan dan
keinginan seperti punya rumah yang mewah, kendaraan yang bagus dan lebih dari
satu, bisa rekreasi kesana kemari.
Ketahuilah bahwa TIDAK SEMUA ORANG dengan
harta berlimpah, rumah megah, kendaraan mewah keluaran terbaru pula, rekreasi kemana yang dia suka tapi tak mendapat
kebahagian dalam hidupya. Tak bisa memperoleh kehidupan yang baik. Kalaupun ada
kebahagian itu sifatnya sangat sementara.
Kenapa bisa begitu ?, karena sebagian orang DILALAIKAN
OLEH HARTANYA sehingga hampir tak ada waktu untuk memperkokoh iman dan mengisi
hidupnya dengan amal shalih. Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam
firman-Nya :
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Bermegah megahan telah melalaikan kamu. (Q.S
at Takatsur 1)
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata
: Arti ALHAKUM adalah kamu sudah disibukkan sehingga kamu lalai dengan perkara
yang penting yaitu mengingat Allah dan MENTAATI-NYA. (Tafsir Juz ‘Amma).
Allah Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ
يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Wahai orang orang yang beriman !. Janganlah
HARTA BENDAMU dan anak anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan
barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang orang yang berugi. (Q.S
al Munafiqum 9).
Memang ada banyak orang di zaman ini terlalu
sibuk dalam mencari harta, mengembangkan harta dan menyimpan harta bahkan sibuk
kesana kemari untuk membelanjakan harta. Akibatnya shalat sering tertunda
bahkan tak tertib, baca al Qur an tak sempat apalagi mentadaburinya. Belajar
ilmu syar’i hampir tak pernah ada waktu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala telah menjelaskan
dalam firman-Nya bahwa KEHIDUPAN YANG BAIK (berbahagia, peny) akan diperoleh dengan
beramal shalih dan menjaga iman Dalam dirinya
:
مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ
أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang beramal saleh, laki laki atau
perempuan sedangkan dia beriman, akan Kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan. (Q.S an Nahal 97).
Imam Ibnu Katsir berkata : Inilah janji dari
Allah Ta’ala bagi orang yang mengerjakan amal shalih, yaitu amal yang mengikuti
al Qur an dan as Sunnah, baik laki laki maupun wanita yang hatinya beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya.
Amal yang diperintahkan itu telah disyariatkan
dari sisi Allah, yaitu Dia akan memberinya kehidupan yang baik di dunia dan memberikan balasan di akhirat kelak dengan
balasan yang lebih baik dari pada apa yang telah dikerjakannya. (Tafsir Ibnu
Katsir).
Tentang Dalam surat an Nahal 97 ini, Syaikh as Sa’di berkata :
(Firman Allah Ta’ala : “Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik”. Maksudnya : Dengan memberikan KETENANGAN HATI DAN
KETENTERAMAN JIWA serta tidak menoleh kepada objek yang mengganggu hatinya dan
Allah Ta’la memberinya rizki yang halal dari arah yang tak disangka sangka.
(Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah
paham cara terbaik untuk mendapatkan kebahagian hidup di dunia bahkan sampai ke
akhirat yaitu dengan melakukan AMAL SHALIH YANG DILANDASI IMAN. Insya Allah ada
manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.050)











