merata bagi setiap orang. Sehari semalam dapat jatah 24 jam tak lebih dan tak
kurang. Berbeda dengan rizki terutama berupa harta. Allah Ta’ala membagi rizki
kepada hamba hamba-Nya sesuai kehendak-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
ٱلرِّزْقِ ۚ
Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rizki. (Q.S an
Nahal 71)
Ta’ala berfirman :
لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
bahwa Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya
(bagi siapa yang Dia kehendaki) ?. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat
tanda tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. (Q.S az Zumar 52).
orang orang yang di satu waktu mendapat
rizki lebih tapi ada pula yang mendapat rizki secukupnya saja. Ada pula yang di
satu waktu dapat rizki secukupnya tapi
beberapa waktu kemudian mendapat rizki berlimpah tak terbayangkan sebelumnya.
seseorang pada waktu yang lama hidup dengan rizki secukupnya atau dalam bahasa
yang masyhur disebut hidup pas pas-an lalu Allah buka pintu rizki yang luas
baginya maka sontak ada yang berubah.
adalah GAYA ATAU POLA HIDUP. Yang biasa belanja di warung tetangga, terkadang berhutang
pula, lalu belanja ke mal atau
supermarket. Biasanya memakai motor butut lalu diganti dengan motor baru dengan
tipe yang mahal bahkan membeli mobil baru pula. Rumahnya yang sangat sederhana
bahkan cenderung reot lalu diganti dengan rumah baru. Tapi dalam hal ini BISA
DIKATAKAN TAK ADA YANG SALAH.
dari satu tempat maksiat ke tempat maksiat yang lain karena punya uang cukup
untuk membeli dosa dan keburukan bagi dirinya. Lupa berbuat baik dan lupa berbagi
buat sesama. Na’udzubillah.
rizki bertambah MAKA YANG PALING UTAMA DAN SANGAT DIANJURKAN UNTUK
DITINGKATKAN ADALAH SEDEKAH dan perbuatan baik lainnya, yaitu sebagai TANDA BERSYUKUR kepada Allah
Ta’ala. Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :
شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
memaklumkan sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami
menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka
sesungguhnya adzab-Ku amat pedih. (Q.S Ibrahim 7)
menjelaskan bahwa maksud ayat ini adalah perintah untuk bersyukur
dan diiringi dengan ancaman jika tidak bersyukur. Ancaman Allah adalah kalau
tidak bersyukur maka akan diberi azab yang pedih yaitu : (1) Di dunia
bisa berbentuk diambilnya nikmat tersebut atau DIAMBIL
BERKAHNYA. (2) Di akhirat akan diadzab karena tidak mau bersyukur.
adalah untuk mempertahankan nikmat yang telah ada dan untuk mendapatkan
tambahannya.
nikmat yang telah ada tidak akan
diambil. Kalaupun diambil akan diberikan ganti yang lebih baik. Dan nikmat yang
baru sebagai tambahan akan diberikan pula, baik jenis dan jumlahnya
secara fisik ataupun BERKAHNYA YANG AKAN DITAMBAH.
Wallahu A’lam. (1.993)




































