SHALAT LAIL
bumi manapun ingin menjadi mulia. Berbagai usaha dilakukan oleh SEBAGIAN MANUSIA antara lain : (1) Berusaha keras menumpuk harta dan berharap dengan
harta bisa menjadi mulia. (2) Berusaha keras mendapatkan pangkat dan jabatan
dan berharap dengan pangkat serta jabatan bisa menjadi mulia. (3) Berusaha agar
mendapat gelar yang berderet di depan dan dibelakang nama dan dengan itu berharap bisa menjadi mulia.
melihat kepada zhahir, yang tampak. Sehingga terkadang mereka yang berharta, yang berpangkat, yang berpendidikan tinggi, dimuliakan dan dihormati bahkan sampai ada yang berlebihan memberi
penghargaan.
KEMULIAAN MANUSIA ADALAH MULIA DI SISI ALLAH. Allah Ta’ala berfirman :
أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
sisi Allah ialah orang YANG PALING BERTAKWA. Sungguh Allah Maha Mengetahui
Mahateliti. (Q.S al Hujurat 13).
telah menjelaskan tentang ADANYA KEMULIAAN pada diri hamba hamba Allah yang banyak beribadah diantaranya dengan melakukan shalat lail, sebagaimana
sabda beliau :
مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ
مَفَارِقُهُ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ثُمَّ قَالَ: يَا
مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ
عَنِ النَّاسِ
datang kepada Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam lalu berkata : Wahai Muhammad! Hiduplah
sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka,
karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu,
karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.
: Wahai Muhammad !, KEMULIAAN SEORANG MUKMIN ADALAH BERDIRINYA DIA PADA MALAM
HARI (untuk shalat LAIL), dan keperkasaannya adalah ketidak butuhannya terhadap
manusia. (H.R ath Thabarani dalam al-Mu’jam al Ausath no 4278, Abu Nu’aim
dalam Hilyatul Auliyaa, al-Hakim dalam al-Mustadrak 7921). Hadits ini
dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al hadits ash Shahihah
2/43).
bahwa Rasululah Salallahu ‘alaihi Wasallam tentang para ahli shalat lail juga akan
mendapatkan kemuliaan dan kewibawaan.
seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya. (HR. Hakim)
dinukilkan satu sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam tentang shalat
lail.
فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ
إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنْ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ،
وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ
karena itu merupakan kebiasaan orang shalih sebelum kalian, mendekatkan diri
kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah
penyakit dari badan. (H.R. Imam Ahmad, at Tirmidzi dan al Hakim).
Wallahu A’lam (1.948)





































