guru kita selalu mengingatkan tentang banyaknya keutamaan bulan Ramadhan. Bahkan
Ramadhan adalah bulan penuh berkah sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah
Salallahu ‘alaihi Wasallam : “Qad
jaa’akum syahrur ramadhan, syahrul mubaarak”. Sungguh
telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. (H.R Imam
Ahmad dan an Nasa’i).
kebaikan dan keberkahan yang ada di bulan Ramadhan hanya bagi orang beriman,
itupun dengan catatan harus MENGISINYA
DENGAN AMAL AMAL SHALIH YANG DISYARIATKAN. Yang selain itu tak akan dapat.
musibah seperti meluasnya wabah
penyakit maka kita tetap berusaha
mengisi bulan Ramadhan dengan amal amal shalih terutama amal amal yang
memberatkan timbangan di akhirat DAN YANG JUGA PENTING, JANGAN DIABAIKAN yaitu
AMAL SHALIH YANG MENDATANGKAN AMPUNAN DARI ALLAH TA’ALA.
bulan kesempatan banyak beribadah dan pahalanya dilipat gandakan. Selain itu
ada banyak amalan Ramadhan yang menjadi penghapus dosa bahkan benteng dari api
neraka, diantaranya adalah :
puasa wajib.
melaksanakan puasa Ramadhan akan diampuni dosanya yang telah lalu. Rasulullah
Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim,
dari Abu Hurairah).
adalah meyakini wajibnya puasa yang dia lakukan. Sedangkan yang dimaksud dengan
mengharapkan pahala atau ihtisab adalah keinginan mendapatkan balasan pahala
dari Allah Ta’ala (Fath al Bari)
itu ketahuilah bahwa puasa adalah benteng dari api neraka, sebagaimana Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam bersabda :
الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي
وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka,
dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya. (H.R Imam Ahmad).
shalat taraweh
menyebutkan :
رضي الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – مَنْ
قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا, غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ
Salllahu ‘alaihi Wasallam, beliau bersabda : Barangsiapa melaksanakan shalat taraweh atas dasar iman dan
mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu. (H.R
Imam Bukhari dan Imam Muslim)
taraweh. Hal ini juga menunjukkan bahwa disebut ikhlas jika seseorang mengharap
pahala dari sisi Allah ketika beramal.
shalat pada malam qadar
bersabda :
إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
mengharap pahala dari Allah, akan
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)
memohon ampun pada malam qadar tersebut. Telah diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu
‘anha, (dia) berkata : Aku bertanya, “Ya Rasulullah !. Apa pendapatmu jika aku
tahu kapan lailatul qadr (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?. Beliau menjawab, ucapkanlah :
الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku (H.R at Tirmidzi dan Ibnu
Majah).
Ramadhan dengan amal amal shalih yang disyariatkan meskipun
keadaan sulit seperti adanya musibah berupa wabah penyakit yang meluas dan yang
lainnya.
Kalaupun kita mendapat Ramadhan tahun yang lalu dan tahun ini, sungguh tak ada
jaminan sedikitpun bahwa kita akan mendapatkannya lagi pada tahun yang akan
datang.
tetaplah menjaga KEIKHLASAN dengan mengharap ridha dan pahala dari-Nya. Dan
juga mengikuti contoh yang diajarkan
atau ITTIBA’ kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam
Wallahu A’lam. (1.944)






































