KEPADA MANUSIA
MENCARI RIZKI tetapi hanya dapat sangat sedikit, seret datangnya. Hampir hampir
tak bisa membiayai kebutuhan pokok diri, keluarga dan orang orang yang harus
ditanggung. Bisa jadi pula ada yang terhalang mencari rizki karena berbagai
sebab seperti keadaan tidak aman, karena
ada wabah dan virus berbahaya ataupun musibah banjir dan yang lainnya.
JALAN, minta dan berharaplah kepada Allah Ta’ala. Jangan minta kepada manusia.
Namun demikian ketika ada manusia yang
memberi terimalah. Itu rizki hakikatnya
dari Allah bukan dari si Fulan, bukan dari perusahaan ini dan itu atau lembaga
ini dan itu.
termasuk dosa besar paling besar jika minta rizki bukan kepada Allah Ta’ala.
Tapi minta rizki dengan cara mendatangi dukun, kuburan wali ataupun
tempat keramat. Ini syirik besar yang pelakunya akan menjadi penghuni di
neraka. Allah Ta’ala berfirman :
فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا
لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya
surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu
seorang penolong pun. (Q.S al Maidah 72).
rizki dari Allah Ta’ala, diantaranya adalah :
Allah Ta’ala.
hamba hamba-Nya berdoa memohon sesuatu yang diharapkannya. Allah Ta’ala
berfirman :
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (Q.S al Mu’min 60).
kepada-Nya agar diberi rizki. Diantara
doa memohon rizki yang diajarkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah :
خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Engkau sebaik baik pemberi rizki. (Q.S al Ma-idah 114).
biasa dibaca oleh Rasulullah sebagai bagian
dari dzikir pagi beliau setelah shalat shubuh yaitu :
نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang
baik dan amal yang diterima. (H.R Imam
Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Sunni).
diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam berikut ini :
الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
kepada Engkau petunjuk, ketakwaan, kesucian (dijauhkan dari yang tidak
halal dan tidak baik) dan berilah aku kecukupan. (H.R Imam Muslim,
dari Ibnu Mas’ud)
kepada Ta’ala.
hamba Allah untuk bersandar kecuali dengan BERSERAH DIRI KEPADANYA. Dan salah
satu keutamaan berserah diri atau bertawakal kepada Allah Ta’ala adalah hati
menjadi tenang karena bersandar kepada Yang Mahakuat, Mahakaya dan Maha
Penyayang.
Ta’ala akan mencukupkan keperluan hamba
hamba yang bertawakal kepada-Nya. Allah
Ta’ala berfirman :
فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ
niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. (Q.S ath Thalaq 3).
akan mencukupkan (keperluan) nya” .
mencukupi keperluan yang disandarkannya kepada Allah. Dan ketika suatu urusan
berada dalam tanggungan Yang Mahakaya, Mahakuat, Mahaperkasa lagi Maha Penyayang,
maka Dia paling dekat dengan hambaNya melebihi segala sesuatu. (Tafsir Taisir
Karimir Rahman)
kita semua. Wallahu A’lam. (1938)






































