MULIA
perbuatan mulia yang sangat dianjurkan dalam syariat Islam. Ini termasuk bagian
dari berbuat baik KEPADA SESAMA. Ingatlah bahwa Allah Ta’ala telah sangat banyak berbuat baik
kepada hamba hamba-Nya dan Allah Ta’ala memerintahkannya pula UNTUK BERBUAT
BAIK. Allah Ta’ala berfirman :
إِلَيْكَ ۖ
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Q.S al Qashash 77).
sangatlah banyak kesempatan untuk berbuat baik kepada orang orang yang
sedang mengalami kesulitan tersebab berbagai hal diantaranya ketika didatangi
musibah penyakit dan wabah. Mungkin hartanya habis, kehilangan penghasilan atau
dizhalimi orang lain dan sebagainya.
Wasallam sangat sangat menganjurkan pula untuk berbuat baik terhadap sesama,
sebagaimana sabda beliau :
عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَـفَّسَ
عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ
كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ،
يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ
مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ
الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ،
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa yang melapangkan satu
kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu
kesusahan di hari Kiamat.
kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya
(dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang
Muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa
menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. (H.R Imam
Muslim, at Tirmidzi, Imam Ahmad dan juga ahli hadits yang selainnya).
Salallahu ‘alaihi Wasallam telah menjelaskan pula kepada kita semua bahwa
perbuatan membantu orang lain sangat dicintai Allah Ta’ala. Beliau bersabda :
سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ, أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً, أَوْ تَطْرُدُ
عَنْهُ جُوعًا, أَوْ تَقْضِي
adalah engkau membuat senang seorang muslim, atau engkau mengatasi
kesulitannya, atau engkau menghilangkan laparnya, atau engkau membayarkan
hutangnya. (HR. Thabrani).
sebagai salah satu cara berbuat baik kepada sesama terutama sekali diantara
orang orang beriman. Sungguh setiap kebaikan pasti akan berbuah kebaikan pula
baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allah Ta’ala berfirman :
الْإِحْسَانُ
pula. (Q. S ar Rahman 60).
seorang hamba hakikatnya adalah untuk dirinya. Allah Ta’ala berfirman :
لِأَنْفُسِكُمْ ۖ
baik untuk dirimu sendiri. (Q.S al Isra’ 7)
berlomba lombalah dalam kebaikan. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahu A’lam. (1.930)






































