kewajiban utama bagi setiap hamba. Sungguh, beriman kepada Hari Akhir adalah
SALAH SATU RUKUN DALAM SYARIAT ISLAM yaitu sebagaimana disebutkan dalam hadits
dari Umar bin Khaththab. Hadits ini masyhur disebut dengan hadits Jibril karena hadits ini berasal
dari pertanyaan Malaikat Jibril kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam.
اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ
وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.
tentang iman. Beliau (Rasulullah) menjawab : Engkau beriman kepada Allah,
Malaikat malaikat-Nya, Kitab kitab-Nya, Rasul rasul-Nya, HARI AKHIR dan beriman
kepada takdir baik dan buruk …. (H.R Imam Muslim).
akan dijalani atau dilalui manusia di akhirat kelak yaitu sebelum diputuskan
seseorang selamat atau sengsara, diantaranya adalah :
kita di dunia, telah dicatat dan dikumpulkan dalam satu kitab. Setiap orang
akan menerima kitab ini dalam keadaan lengkap dan sangat sempurna.
مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلْكِتَٰبِ
لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحْصَىٰهَا ۚ وَوَجَدُوا۟ مَا
عَمِلُوا۟ حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
engkau akan melihat orang orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap yang
(tertulis) di dalamnya dan mereka berkata : Betapa celakanya kami. Kitab apakah
ini, tidak ada yang tertinggal. Yang kecil dan yang besar melainkan tercatat
semuanya. Dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis).
Dan Rabb-mu tidak menzhalimi seorang jua pun. (Q.S al Kahfi 49).
menerima catatan amal dari arah berbeda :
amalnya melalui tangan kanannya. Itulah orang yang berbahagia. Allah Ta’ala
berfirman :
nya dari sebelah kanannya. Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksan yang
mudah. (Q.S al Insyiqaq 7-8)
catatan amalnya melalui tangan kirinya bahkan dari arah belakangnya. Maka mereka
itulah orang yang sengsara di akhirat.
وَلَمْ
اَدْرِ مَا حِسَابِيَهْۚ وَأَمَّا
مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُوتَ
كِتَٰبِيَهْ
tangan kirinya maka dia berkata :
Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku. Sehingga
aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku.
(Q.S al Haaqqah 25-26)
يَدْعُوا۟ ثُبُورًا وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهْرِهِۦ
adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang, maka dia
berteriak : Celakalah aku !. (Q.S al Insyiqaq 10-11).
orang orang muslim di akhirat kelak
adalah hisab atau perhitungan amal baik dan buruk. Allah akan menegakkan mizan atau timbangan
untuk menghitung kebaikan dan keburukan seseorang.
Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Mizan atau timbangan adalah alat untuk
mengukur sesuatu berdasarkan berat dan ringan. Adapun mizan di akhirat adalah
sesuatu yang Allah letakkan pada hari Kiamat untuk menimbang amalan hamba-Nya.
(Syarah Lum’atul I’tiqaad)
akan ada yang lebih dan tidak akan ada yang kurang sedikitpun. Allah Ta’ala berfirman :
ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ
وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا
حَٰسِبِينَ
tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang
dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawi pun, pasti
Kami akan mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (Q.S al Anbiya’ 47).
lebih berat maka jadilah dia orang yang beruntung. Itulah orang orang yang mendapat kebahagian di akhirat. Allah Ta’ala berfirman :
عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ فَاَمَّا مَنْ
ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ
(kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang) Q.S al
Qari’ah 6-7.
يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ
خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يَظْلِمُونَ
hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barangsiapa berat timbangan
(kebaikan) nya, mereka itulah orang orang yang beruntung. Dan barangsiapa
ringan timbangan (kebaikan) nya maka mereka itulah orang yang telah merugikan
dirinya sendiri karena mereka mengingkari ayat ayat Kami. (Q.S al A’raf 8-9).
berkata : Timbangan pada Hari Kiamat adalah timbangan yang adil dan tidak ada
unsur kesewenang wenangan dan kezhaliman padanya. (Tafsir Taisir Karimir
Rahman).
menerus memperkuat tauhid, yaitu
meng-Esakan Allah, tidak membuat sekutu bagi Allah Ta’ala. Ini adalah cara
paling utama untuk memberatkan timbangan amal baik seorang hamba di akhirat
kelak. Disamping itu selalu melakukan amal shalih dengan ikhlas dan sesuai yang
diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam.
Wallahu A’lam. (1.912)







































