memohon pertolongan kecuali kepada Allah Ta’ala. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah mengingatkan umatnya.
إذا سألت فاسال الله ، و إذا استعنت فاستعن بالله
: Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah dan jika engkau memohon
pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah. (H.R at Tirmidzi, dia
berkata hadits hasan shahih)
orang orang beriman selalu bahkan wajib berdoa, memohon kepada Allah Ta’ala :
نَسْتَعِينُ
KEPADA ENGKAULAH KAMI MOHON PERTOLONGAN. (Q.S al Fatihah 5).
diajarkan Allah Ta’ala melalui Rasul-Nya untuk mendapatkan pertolongan Allah
Ta’ala. Diantaranya adalah :
menolong orang yang menolong agama Allah yaitu sebagaimana
disebutkan dalam firman-Nya :
يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.
(Q.S al Hajj 40).
Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) Nya), yaitu orang yang
melakukan pembelaan terhadap agama-Nya dengan ikhlas kepada-Nya dalam
melaksanakannya. Berjuang di jalan-Nya agar kalimatulah-lah yang paling
tinggi.
perkasa dan tempat bergantung kalian ialah Dzat yang menciptakan kalian dan
menciptakan apa yang telah kalian kerjakan. Maka tempuhlah langkah langkah yang
diperintahkan-Nya untuk dilakukan. Kemudian mintalah kemenangan dari-Nya. Sudah
mesti Dia akan menolong kalian. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
telah memerintahkan hamba hamba-Nya untuk menolong
agama-Nya yaitu sebagaimana firman-Nya :
أَنْصَارَ اللَّهِ
penolong (agama) Allah.
Sa’di antara lain menjelaskan bahwa jadilah
kamu penolong bagi agama Allah yaitu melalui perkataan
dan perbuatan dengan gigih menegakkan agama Allah.
mempelajari kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya serta mengajarkannya, mendorong
orang lain untuk mempelajarinya serta mengajarkannya serta
menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. (Tafsir Taisir Karimir
Rahman)
telah mengingatkan bahwa ketika seseorang menolong hamba hamba Allah maka Allah
Ta’ala akan menolongnya pula.
اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ
الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ،
وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِيْ الدُّنْيَا
وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا
وَالآخِرَةِ، وَ اللَّهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ
أَخِيْهِ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.
Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : Barang siapa yang melepaskan SEORANG
MUKMIN dari satu kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskannya dari
kesusahan kesusahan hari kiamat.
seseorang yang sedang dalam kesulitan, Allah pasti akan memberi kemudahan
baginya di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menutup (aib) seorang
Muslim, Allah akan menutup (aib) nya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa
MENOLONG hamba-Nya selama hamba-Nya itu mau menolong saudaranya. (HR Muslim).
Allah adalah dengan sabar dan shalat. Allah Ta’ala berfirman :
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ
اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
sabar dan shalat sebagai penolongmu.Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
sabar. (Q.S al Baqarah 153)
وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat kecuali bagi orang orang yang
khusyuk. (Q.S al Baqarah 45).
menyuruh hamba hamba-Nya untuk senantiasa meminta pertolongan kepada-Nya yaitu
dengan kesabaran dan melaksanakan shalat. Implementasinya adalah
sebagaimana telah dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Salallahu ‘alihi
wasallam kepada umatnya.
mengedepankan sifat sabar dan sungguh beliau adalah uswah kita dalam
kesabaran. Juga beliau segera melakukan shalat ketika menghadapi
masalah yang berat.
Ibrahim bersafar bersama istrinya Sarah dan ternyata dia
melewati negeri seorang raja atau penguasa yang zhalim. Raja negeri itu
mengetahui ada wanita cantik dengan seorang laki laki memasuki negerinya. Lalu
raja itu memerintahkan pembantunya untuk mengambil Sarah yang sangat cantik itu
dan dibawa ke istana raja.
Sarah minta waktu kepada raja untuk diberi kesempatan berwudhu lalu mengerjakan shalat dan
berdoa : Ya Allah jika engkau mengetahui bahwa aku beriman kepada-Mu dan
kepada Rasul-Mu dan aku senantiasa memelihara kehormatanku kecuali kepada
suamiku, maka janganlah Engkau memberikan (kesempatan) kepada orang kafir
(untuk menjamahku).
kakinya. Beberapa saat kemudian raja bangun
kembali. Setelah tiga atau empat kali ingin menjamah Sarah
ternyata raja tidak mampu. Raja selalu pingsan dan terkulai kakinya. Lalu raja
memanggil pembantunya dan berkata : Kalian tidak
membawakan untukku kecuali syaithan (bukan manusia). Kemudian
Sarah dikembalikan kepada suaminya Ibrahim. Selain itu raja
memberinya hadiah seorang pembantu yaitu Hajar.
istana maka Nabi Ibrahim senantiasa mengerjakan shalat dan
berdoa agar Allah Ta’ala menjaga Sarah dari kelakuan buruk raja yang zhalim.
Akhirnya keduanya selamat dari orang yang akan mencederainya. (Dari
Kitab Qishashul Anbiyaa, dengan diringkas)
saat, ketika menghadapi kesulitan besar ataupun kecil, haruslah selalu memohon
pertolongan kepada Allah Ta’ala. Bukan kepada selain-Nya.
Wallahu A’lam. (1.822)






































