BENCANA
ataupun bencana tak mendatangi dirinya, keluarganya dan hartanya dan yang
lainnya. Tapi ketahuilah bahwa segala musibah atau bencana adalah ketetapan
Allah Ta’ala kapan saja Dia berkehendak. Allah Ta’ala berfirman :
اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan
hanya kepada Allah bertawakallah orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah 51).
menjelaskan bahwa ada beberapa jalan untuk menghindari musibah atau bencana.
Diantaranya adalah :
terhambat dari adzab Allah, yaitu sebagaimana firman-Nya :
اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
mereka sedang mereka (masih) memohon ampunan. (Q.S al Anfaal 33).
:
ما اسٌتغفرَ الله عزَّ وجلَّ
Jalla selama dia beristighfar, meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla. (H.R
Imam Ahmad).
karena dosa dan maksiat-maksiat yang kita lakukan. Walaupun selama ini Allah
Ta’ala banyak memaafkan, tapi barangkali
dosa kita terlampau banyak sehingga membuat Allah Ta’ala murka. Salah satu cara untuk memadamkan murka
Allah yang merupakan bencana bagi kita adalah dengan menetapi sedekah.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
kemarahan Allah subhanahu wa ta’ala. H.R ath Thabrani).
sedekah adalah salah satu tanda orang yang bertakwa sebagaimana dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya :
وَالضَّرَّاءِ
berinfak baik di waktu lapang maupun di waktu sempit. (Q.S Ali Imran 134).
bencana adalah juga dengan memohon dan berdoa kepada Allah Ta’ala. Diantara doa yang diajarkan
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam adalah :
اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرِضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ
الْعَلِيْمُ
nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya di bumi dan di langit. Dan Dia Maha
Mendengar lagi Mengetahui
ketika pagi dan petang hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan
dirinya. (H.R Abu Dawud, at Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).
dalam rangkaian dzikir pagi sebanyak tiga kali yaitu setelah membaca dzikir
sesudah shalat shubuh. Dan juga dianjurkan untuk dibaca tiga kali dalam
rangkaian dzikir petang yaitu setelah lebih dahulu membaca dzikir sesudah shalat ashar. (Lihat
Kitab Doa dan Dzikir, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas).
Wallahu A’lam. (1.815).






































