tidak memiliki apa apa. Oleh karena itu orang orang beriman setiap saat
membutuhkan pertolongan Allah Ta’ala. Sungguh
Allah Ta’ala melalui Rasul-Nya telah mengajarkan orang orang beriman untuk
membaca surah al Fatihah dalam setiap shalat baik shalat fardhu maupun shalat
sunnah. Dalam surat ini ada permohonan atau doa yaitu :
نَسْتَعِينُ
kepada Engkau kami mohon pertolongan. (Q.S al Fatihah 5).
atau cara bagi orang orang beriman untuk mendapatkan pertolongan Allah Ta’ala, diantaranya
:
sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan pertolongan bagi hamba hamba-Nya. Allah
Ta’ala berfirman :
اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang
yang sabar. (Q.S al Baqarah 153)
ayat ini, Allah telah menyuruh hamba hamba-Nya untuk senantiasa meminta
pertolongan kepada-Nya yaitu dengan kesabaran dan melaksanakan shalat.
diajarkan oleh Rasulullah Salallahu ‘alihi wasallam kepada umatnya. Rasulullah
jika menghadapi masalah maka beliau mengedepankan sifat sabar. Beliau adalah
uswah kita dalam kesabaran. Beliau
segera melakukan shalat jika menghadapi masalah yang berat. Ini adalah
sebagaimana kesaksian beberapa sahabat :
(sebelum) berlangsung perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah.
Beliau shalat dan berdoa sampai subuh.
malam perang Ahzab, saya menemui Rasulullah dan senantiasa beliau shalat dan
menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan beliau mengerjakan
shalat.
perang al Ahzab, Allah telah memberikan pertolongan dengan memenangkan kaum
muslimin dalam menghadapi musuh musuhnya.
istrinya Sarah yang menghadapi kesulitan besar lalu berwudhu’ dan shalat
meminta pertolongan kepada Allah. Dikisahkan bahwa pada suatu waktu Nabi
Ibrahim dalam suatu safar bersama istrinya Sarah melewati negeri seorang
penguasa zhalim. Raja negeri itu memerintahkan pembantunya untuk mengambil
Sarah yang sangat cantik itu dan dibawa ke istana.
berpaling dan Sarah minta waktu untuk berwudhu’
lalu mengerjakan shalat dan berdoa : Ya Allah jika engkau
mengetahui bahwa aku beriman kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu dan aku senantiasa
memelihara kehormatanku kecuali kepada suamiku, maka janganlah Engkau
memberikan (kesempatan) kepada orang kafir (untuk menjamahku). Tiba tiba raja
itu pingsan dan terkulai kedua kakinya.
Kemudian raja bangun kembali.
Sarah ternyata raja tidak mampu. Raja selalu pingsan dan terkulai kakinya. Lalu
raja memanggil para pembantunya dan berkata : Kalian tidak membawakan untukku kecuali syaithan (bukan manusia).
Kemudian Sarah dikembalikan kepada suaminya Ibrahim. Selain itu raja memberinya hadiah seorang pembantu yaitu
Hajar.
istana maka Ibrahim senantiasa mengerjakan shalat dan berdoa agar
Allah menjaga Sarah. Akhirnya keduanya selamat dari orang yang akan
mencederainya. (Dari Kitab Qishashul
Anbiyaa, dengan diringkas).
Allah adalah dengan menjadi penolong (agama) Allah. Allah Ta’ala berfirman :
يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
(agama) Nya. Sungguh Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (Q.S al Hajj 40).
اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
menolong agama Allah niscaya Dia akan menolongmu dan
mengokohkan kedudukanmu (Q.S Muhammad 7).
jadilah kamu penolong bagi agama Allah yaitu dengan
perkataan dan perbuatan dengan gigih menegakkan agama Allah. Termasuk menolong
agama Allah adalah mempelajari kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya serta
mengajarkannya, mendorong orang lain untuk mempelajarinya serta mengajarkannya
serta menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Allah sesuai dengan kemampuannya. Lihatlah beberapa contoh yang telah dilakukan para sahabat dalam
menolong agama Allah :
penolong agama Allah dengan ilmunya.
Ibnu Abbas sebagai ahli Tafsir dan Abu Hurairah sebagai penghafal dan paling
banyak meriwayatkan hadits.
bin ‘Auf, menjadi penolong agama Allah dengan hartanya yang diinfakkan dijalan
Allah dalam jumlah yang sangat banyak.
Allah dengan kehebatan strategi perang yang dimilikinya. Berkali kali ditunjuk menjadi
panglima perang untuk memenangkan dan membela Islam.
Allah dengan keahliannya sebagai tukang kayu lalu menawarkan untuk membuat
mimbar bagi Nabi di Masjid Nabawi.
Nabi. Dia tidak memiliki keahlian apa apa tapi menjadi
penolong agama Allah dengan menyapu dan
membersihkan masjid Nabawi. Subhanallah.
menjadi penolong agama Allah sesuai dengan kemampuan kita. Dengan demikian maka
Allah Ta’ala akan menurunkan pertolonganNya pula kepada kita semua.
manusia.
manusia. Betapa sulitnya kehidupan ini jika kita sesama manusia tidak saling tolong menolong. Betapa
kacaunya kehidupan bermasyarakat kalau manusia tidak saling membantu satu sama
lain.
yang bisa hidup layak tanpa saling tolong menolong ataupun bekerjasama dengan
orang lain. Ketahuilah jika seseorang berbuat
baik yaitu dengan menolong orang lain maka kebaikan itu akan kembali pula
kepadanya.
pastilah kebaikan itu akan kembali
kepadanya. Jika seseorang suka menolong pasti akan ditolong, jika seseorang
suka memaafkan pasti akan dimaafkan. Jika seseorang suka memudahkan urusan
orang lain maka pada suatu waktu dia mendapat kesulitan pasti akan ada saja
yang menolongnya, insya Allah.
الْإِحْسَانُ
kebaikan (pula). Q.S ar Rahmaan 60.
“Man yakun fii haajati akhiihi yakunillahu fii hajatihi” Barangsiapa
yang menolong untuk keperluan saudaranya (sesama muslim) maka Allah akan
menolong untuk keperluannya (Lihat Silsilah Hadits Shahih, Syaikh al
Albani no. 2362)
Jika seorang hamba membutuhkan
pertolongan bagi dirinya, keluarganya
atau yang lainnya maka Allah menyuruh manusia berdoa. Allah Ta’ala berjanji akan mengabulkan doa hamba hambaNya.
لَكُمْ ۚ
niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (Q.S al Mu’min 60).
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam untuk memohon pertolongan Allah Ta’ala
adalah :
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَرَبَهُ أَمْرٌ قَالَ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apabila menghadapi suatu masalah,
beliau berdoa : Wahai Yang Maha Hidup Kekal, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya),
hanya dengan rahmat-Mu saja, aku meminta pertolongan. (H.R at Tirmidzi,
dihassankan oleh al Albani dalam Silsilah Shahihah)
sallam bersabda :
الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ
اللهِ بِالدُّعَاءِ
menimpa atau yang belum menimpa. Oleh karena itu wahai sekalian hamba Allah,
hendaklah kalian berdoa. (H.R Imam at Tirmidzi).
Wallahu A’lam. (1.805)





































