TABUNGAN AKHIRAT
diperlukan adalah menjadi salah satu kegiatan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya. Dalam hal ini terjadi interaksi yaitu kegiatan yang terus
berlangsung antara pembeli dan penjual.
pedagang dituntut untuk seharusnya
berlaku jujur dalam berbagai situasi dan keadaan. Khusus untuk pedagang yang
jujur Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah MEMBERI BERITA GEMBIRA bagi
mereka, sebagaimana sabda beliau :
النبيين والصديقين والشهداء
terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para
syuhada (H.R at Tirmidzi, Hadits hasan).
saja para pedagang berharap mendapatkan
keuntungan dari apa yang dijualnya. Cuma saja ada sebagian diantaranya yang
ingin bahkan tak sabaran untuk mendapatkan keuntungan besar. Akibatnya adalah
ADA BEBERAPA DIANTARA PENJUAL yang
berani melakukan perbuatan tercela berupa tipuan ataupun kecurangan terhadap
pembeli.
mengurangi takaran dan timbangan, menjual barang kualitas 2 sebagai barang kualitas
1, menyembunyikan cacat barang, iklan yang berlebih lebihan dalam memuji
keadaan barang yang dijual sehingga pembeli tertipu dan yang lainnya.
ini ada beberapa pilihan, diantaranya :
minta dibatalkan jual beli.
penjual yang curang ini memberikan berbagai alasan bahkan dengan alasan yang diada adakan. Jadi
jangan banyak berharap dalam hal ini.
pilihan untuk memaafkan. Apalagi jika jumlah kerugian yang dideritanya tidak
signifikan. Dalam hal ini dia akan mendapatkan kebaikan dari sikap pemaafnya. Sungguh sangatlah banyak keutamaan dan
kebaikan yang akan diperoleh orang orang yang suka berlapang dada dan
memaafkan. Diantaranya adalah AKAN MENDAPAT KEMULIAAN. Dari Abu Hurairah dia
berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ
إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ
ALLAH MENAMBAHKAN KEPADA SEORANG HAMBA SIFAT PEMAAF MELAINKAN AKAN SEMAKIN
MEMULIAKAN DIRINYA. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah
hati) karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya. (H.R Imam Muslim).
menjanjikan rumah di surga bagi tiga golongan dan satu diantaranya adalah bagi
ORANG YANG MEMAAFKAN seseorang yang berbuat buruk kepadanya yaitu sebagaimana
sabda beliau :
الْبُنْيَانُ ، وَتُرْفَعَ لَهُ الدَّرَجَاتُ فَلْيَعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَهُ ،
وَلْيُعْطِ مَنْ حَرَمَهُ ، وَلْيَصِلْ مَنْ قَطَعَهُ
bangunan (rumah) di surga, hendaknya ia MEMAAFKAN ORANG YANG MENDZALIMINYA,
memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang
memutuskannya. (H.R ath Thabrani).
akhirat.
tetapi bukan wajib apalagi kezhaliman atau kelakukan buruknya sudah
keterlaluan. Nah, ketika pembeli tidak memaafkan kezhaliman pedagang yang
mencuranginya maka ini menjadi tabungannya yaitu pembeli ini TETAP BISA
MENUNTUT HAKNYA di akhirat kelak. Akibatnya bisa membuat pedagang yang curang
menjadi manusia yang bangkrut di akhirat.
Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau :
مَظْلَمَةٌ ِلأَخِيْهِ ؛ فَلْيَتَحَلَّلْ مِنْهَا ؛ فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِيْنَارٌ
وَلاَ دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُأْخَذَ ِلأَخِيْهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ ، فَإِنْ
لَـمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيْهِ ، فَطُرِحَتْ
عَلَيْهِ
saudaranya maka hendaklah dia meminta kehalalan (maaf) kepadanya, karena kelak
di akhirat tidak ada lagi dinar dan dirham,
sebelum kebaikannya diambil untuk saudaranya (yang dia zhalimi),
bila tidak memiliki kebaikan maka keburukan saudaranya (yang dia
zhalimi) akan diberikan kepadanya (H.R Imam Bukhari, Imam Ahmad
dan Ibnu Hibban).
tentang orang yang muflis yaitu tentang orang yang bangkrut di
akhirat kelak. Pada hari akhirat kelak akan ada manusia yang datang dengan
membawa pahala amalnya.
kepada orang orang yang menuntutnya yaitu orang orang yang pernah dicurangi
atau dizhaliminya di dunia. Bahkan setelah pahala amalnya habis maka dosa orang
yang dizhalimi dipindahkan kepadanya. Na’udzubillahi min dzalik.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada para sahabat : “Tahukah
kalian, siapakah orang yang bangkrut itu ?.” Para sahabat
menjawab : Menurut kami, orang yang bangkut diantara kami adalah orang yang tidak
memiliki uang dan harta kekayaan.
umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat,
puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang
lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil
untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis,
sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian
dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang
tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.” (H.R Imam
Muslim).
ditipu penjual janganlah merasa terlalu gusar. Bagaimanapun jika sesuatu
menjadi haknya tetap tak akan hilang. Kalaupun tak mendapat gantinya di dunia
maka ini akan MENJADI TABUNGAN PAHALA DI AKHIRAT KELAK. Jadi, bersabarlah tak
perlu banyak menggerutu apalagi mencela.
kezhaliman manusia di dunia tentu termasuk sikap yang dianjurkan. SEMOGA TULISAN INI JUGA BERMANFAAT BAGI PENJUAL BARANG DAN JASA.
Wallahu A’lam. (1.796).





































