UJIAN
dan agung yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepada hamba hamba yang dikehendaki-Nya.
Kita saksikan bahwa tidaklah semua manusia mendapat nikmat iman ini.
mengendap di hati seseorang dan telah pula melahirkan amal shalih maka
bersyukurlah kepada Allah Ta’ala. Tugas kita adalah menjaga dan merawatnya
dengan cara yang paling baik.
Allah Ta’ala berkehendak meskipun kita merasa sudah memiliki iman yang
kokoh dan ibadah yang kuat.
يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ
الْكَاذِبِينَ
dibiarkan hanya dengan mengatakan : Kami telah beriman, dan mereka tidak diuji
?. Dan sungguh, Kami telah menguji orang orang sebelum mereka maka Allah pasti
mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang dusta. (Q.S
al Ankabut 2)
الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
sehingga Kami mengetahui orang orang yang benar benar berjihad dan bersabar
diantara kamu dan akan Kami uji perihal kamu. (Q.S Muhammad 31).
diri, keluarga, harta bahkan agama. Ujian atau fitnah bisa jadi membuat lemah
iman dan futur dalam ibadah.
mengingatkan bahwa bisa jadi fitnah itu datang bagaikan potongan gelap malam.
Bisa jadi pagi hari seorang masih beriman sore sudah kafir. Rasulullah
Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا
أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ
الدُّنْيَا
datang fitnah (musibah, ujian) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu
seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan
kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam
keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia. (H.R Imam Muslim).
seutas bagaikan anyaman tikar yaitu sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam :
كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا
anyaman tikar yang tersusun seutas demi seutas. (H.R Imam Muslim).
melahirkan amal shalih akan mendatangkan kehidupan yang baik. Allah Ta’ala
berfirman :
أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
perempuan sedangkan dia beriman, akan Kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan. (Q.S an Nahal 97).
Allah Ta’ala bagi orang yang mengerjakan amal shalih, yaitu amal yang mengikuti
al Qur an dan as Sunnah, baik laki laki maupun wanita yang hatinya beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya.
dari sisi Allah, yaitu Dia akan memberinya kehidupan yang baik di dunia di
dunia dan memberikan balasan di akhirat kelak dengan balasan yang lebih baik
dari pada apa yang telah dikerjakannya. (Tafsir Ibnu Katsir).
orang yang berada diatas iman yaitu iman yang melahirkan amal
shalih. Allah Ta’ala berfirman :
الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ ذَٰلِكَ
الْفَوْزُ الْكَبِيرُ
mengerjakan amal shalih, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya
sungai sungai, itulah kemenangan yang agung. (Q.S al Buruj 11).
untuk tetap tegar di atas iman meskipun banyak fitnah. Diantara cara yang
sangat dianjurkan agar bisa lebih tegar
adalah tetap belajar ilmu agama dan mengamalkanya.
Dan juga banyak bergaul dengan teman teman yang shalih yang selalu mengingatkan
kepada kebaikan, kebenaran dan kesabaran.
Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.771)







































