akhlaknya adalah Nabi kita Muhammad
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. Sungguh Allah Ta’ala yang memuji kebaikan akhlak beliau sebagaimana firman-Nya
:
عَظِيمٍ
berbudi pekerti yang luhur. (Q.S al Qalam 4)
meriwayatkan dalam shahihnya bahwa Hisyam bin Amr bertanya kepada Aisyah
tentang akhlak Rasulullah. Aisyah
menjawab : Bahwa akhlak Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam adalah al Qur an.
adalah al Qur an. Oleh karena disandarkan kepada al Qur an maka pastilah akhlak
beliau paling sempurna.
satu sebab beliau diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak yang luhur. Beliau
bersabda :
لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
untuk menyempurnakan akhlak yang luhur. (H.R Imam Ahmad dan Imam Bukhari dalam Adaabul Mufrad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
yang diperoleh orang orang yang memiliki akhlak yang baik. Diantaranya adalah :
yang paling atas.
dengan akhlak yang mulia, seseorang akan mendapatkan bagian surga yang paling
atas, sebagaimana sabda Nabi shalallahu
alaihi wa sallam :
الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ
تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ
حَسَّنَ خُلُقَهُ
rumah di surga bawah, bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia
benar dan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan berdusta,
sekalipun untuk bercanda serta rumah di surga atas bagi orang yang bagus
akhlaknya. (H.R Abu Dawud, dihasankan oleh Syaikh al Albani).
dan duduk dekat Rasulullah.
bersabda :
إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ
أَخْلَاقًا
aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari
kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (H.R
at Tirmidzi dinilai hasan oleh Syaikh al Albani)
imannya.
mengingatkan bahwa akhlak seseorang terkait dengan kesempurnaan imannya. Beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
imannya adalah yang paling baik akhlaknya. (H.R at Tirmidzi, dishahih oleh
Syaikh al Albani).
bahwa ketika seseorang rusak atau buruk akhlaknya maka itulah salah satu
cerminan bahwa iman juga rusak.
: Memberatkan timbangan di akhirat.
akhlak mulia memberatkan timbangan seorang hamba di akhirat kelak yaitu sebagaimana
disebutkan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam dalam sabda beliau :
الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَاِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيَ
yang lebih berat timbangan orang yang beriman pada Hari Kiamat dibandingkan akhlak
mulia. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang berlaku buruk dalam
berbicara. (H.R atTirmidzi, Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
Muhammad Salallahu ‘alaihi Wasalam maka SANGATLAH PENTING bagi kita semua
berusaha sungguh sungguh untuk bisa mengikuti akhlak beliau yang mulia. Jangan
abaikan ini.
agar diberi akhlak yang baik dan dijauhkan dari keburukan.
يَهْدِ يْ لِأَ حْسَنِهَا اِلاَّ أَنْتَ،
عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَا يَسْرِفُ عَنِّىْ سَيِّئَهَا اِلَّا اَنْتَ
Allah,tunjukkanlah aku pada akhlak yang paling baik, karena sesungguhnya tidak
ada yang bisa menunjukkan kepadanya selain Engkau. Dan jauhkanlah aku dari
keburukan, karena sesungguhnya tidak ada yang mampu menjauhkannya dariku selain
Engkau. (H.R Imam Muslim, Abu Dawud dan
at Tirmidzi)..
yang baik kita semua bisa selamat di dunia dan di akhirat. Wallahu A’lam.
(1.666).




































