Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Trading

Arti Istilah “Marked-to-Market”

Top Bisnis by Top Bisnis
05.01.2017
Reading Time: 4 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Kenapa Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP? Ini Dia Dua Alasan Utamanya!

Analisis Teknikal vs Fundamental dalam Trading Saham dan Crypto: Mana yang Lebih Efektif?

Strategi Copy Trading: Keunggulan vs Risiko di Platform Lokal & Internasional

Apa arti istilah Marked-to-Market?

marked = ditandai, dinilai
(according) to = sesuai dengan
market (price) = harga pasar

Jadi, bahasa Indonesia “marked-to-market” kira-kira adalah: dinilai sesuai dengan harga pasar. (Catatan: Biasanya, yang dimaksud dengan harga pasar adalah harga pasar terkini.)

Apa maksudnya?

Mari kita lihat contoh berikut ini:

Misalkan anda mau menggunakan konsep “marked-to-market” untuk menilai portofolio saham. Nah, nilai portofolio anda adalah nilai dengan harga pasar terkini. Bukan nilai sesuai harga beli.

Artinya kalau anda punya 10.000 lembar saham KRAS yang anda beli di harga Rp 1.000—nilai beli Rp 10 juta—dan harga KRAS terkini adalah Rp 600, nilai KRAS anda secara “marked-to-market” adalah Rp 6 juta.

Bukan Rp 10 juta.

Pada contoh di atas, secara “marked-to-market,” posisi saham KRAS anda adalah rugi Rp 4juta. 

“Tapi bung Iyan,” kata anda, “saham KRAS tersebut kan belum saya jual. Kenapa perlu dihitung secara ‘marked-to-market’?”

Nah, jawaban saya untuk pertanyaan bisa anda baca di pos “SahamTurun, Tidak Dijual. Sudah Rugi atau Belum?”

Mengapa anda perlu tahu konsep “marked-to-market”?

Karena mayoritas pemain saham—dari pemula sampai senior—menilai portofolio saham sesuai dengan harga beli.

Nah, dengan menilai portofolio berdasarkan harga beli berarti kalau harga saham turun dan saham belum dijual, mereka menganggap belum rugi.

Masalahnya, anggapan “belum rugi kalau belum jual” inilah yang biasanya membuat pemain saham TIDAK MAU/TIDAK RELA cut-loss. Kalau belum dijual kan belum rugi, pikir mereka, jadi kalau posisi rugi ya jangan dijual. Tunggu saja sampai harga naik, baru deh dijual.

Tapi fakta yang tidak bisa dipungkiri adalah kalau mereka harus jual sekarang, posisi mereka rugi.

Bagaimana kalau harga saham naik?

Masalah juga.

Kok bisa?

Banyak pemain saham (termasuk saya, kadang-kadang)—yang menilai harga saham sesuai dengan harga beli—merasa sudah untung kalau harga saham di atas harga beli. Walaupun saham belum dijual. Selama harga saham masih di atas harga beli, tidak perlu khawatir toh?

Masalahnya, bisa saja harga saham sempat naik, tidak dijual, lalu harga saham turun perlahan-lahan sampai di bawah harga beli. Karena sudah di bawah harga beli, faktanya adalah posisi sudah berubah dari untung menjadi rugi.

Kalau dari untung berubah jadi rugi, gimana dong?

Dengan menggunakan logika “kalau belum dijual berarti belum rugi” mereka tetap HOLD saham tersebut. Lagi-lagi mereka berpikir: tunggu saja sampai harga naik, baru deh dijual.

Kalau rugi, tidak mau cut-loss

Kalau untung, tidak mau jual.

Kalau dari untung berubah menjadi rugi, lebih-lebih lagi tidak mau cut-loss.

Dari contoh di atas bisa anda bayangkan sendiri mengapa mayoritas pemain saham rugi.

—###$$$###—

Jadi, apakah ini berarti sebaiknya anda memakai konsep “marked-to-market”?

Secara umum, jawaban saya adalah: Iyo.

(Tapi, seperti yang sering saya katakan, tidak ada yang absolut ketika bermain saham. Ada kalanya, konsep “marked-to-market” tidak tepat untuk digunakan.)

Dengan “marked-to-market,” anda SELALU menilai portofolio saham anda pada harga NYATA terkini. Jadi anda tahu dengan pasti nilai portofolio saham sesungguhnya.

Mau tahu cara menggunakan konsep “marked-to-market” dalam bermain saham? Silahkan baca pos “Langkah Pertama ‘Marked-to-Market’ Portofolio Saham Anda.” [Belum terbit. Mohon berkunjung kembali.]




Pos-pos yang berhubungan:

  • Harga Saham Turun. Beli, Jual, atau Bengong?
  • Mengapa Tidak Mudah Melakukan Cut-Loss?

[Pos ini ©2017 oleh Iyan terusbelajarsaham.blogspot.com. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.]

ADVERTISEMENT
Tags: Belajar InvestasiBelajar TradingDagangInvestasiPanduanTrading
ShareTweetSendShare
Top Bisnis

Top Bisnis

Related Posts

Trading

Kenapa Lo Kheng Hong Borong Saham SIMP? Ini Dia Dua Alasan Utamanya!

14.08.2025
Crypto

Analisis Teknikal vs Fundamental dalam Trading Saham dan Crypto: Mana yang Lebih Efektif?

21.07.2025
Investasi dan Trading

Strategi Copy Trading: Keunggulan vs Risiko di Platform Lokal & Internasional

21.07.2025
Investasi dan Trading

Analisis: Crypto Staking vs DeFi vs Yield Farming

12.07.2025
Investasi dan Trading

Strategi Copy Trading: Panduan Lengkap untuk Pemula

11.07.2025
Manfaat Surat Yasin Ayat 82 untuk Cari Jodoh? Ini Penjelasannya
Trading

4 Cara Valuasi Saham Untuk Investor Pemula

10.07.2025
Next Post

Desa Ubud – Menawarkan Liburan Yang Seru

Apakah Super Flu Subclade K Bisa Menjadi Pandemi Berikutnya?

Tari Barong Ubud – Seni Budaya Bali Yang Mendunia

Iklan

Recommended Stories

Lebaran Bersama Grand Dafam Ancol Jakarta

26.04.2023
Ayo Jelajahi dan Tengok Eloknya Desa Wisata Sumatra Barat (Part 2)

Ayo Jelajahi dan Tengok Eloknya Desa Wisata Sumatra Barat (Part 2)

08.11.2020
Kerendahan Hati yang Menuntun Jiwa

Kisah Ibnu Hubairah, Pemuda Sederhana di Lingkungan Istana

29.10.2021

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?