HARTA
menggiurkan dan terlihat indah bagi
manusia. Allah Ta’ala berfirman :
مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ
وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ
مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ
pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa apa yang diinginkan. Yaitu
wanita, anak anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah tempat kembali
yang baik (surga). Q.S Ali Imran
14.
sebanyak banyaknya harta dunia beserta perhiasannya. Benar apa yang
diperingatkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam, dalam sabda beliau, dari
Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
:
أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ،
وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama
sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah
mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat. (Mutafaqun ‘alaihi)
yang banyak dalam Islam. Para sahabat dahulu juga ada yang kaya raya bahkan
sangat kaya. Diantaranya secara berurutan dalam jumlah kekayaan adalah : Abdurrahman
bin ‘Auf, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidilah dan Sa’ad
bin Abi Waqash.
sebagian besar digunakan untuk menegakkan dan membela perjuangan Islam bersama
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. Abdrurahman bin ‘Auf misalnya, menjelang
Perang Tabuk beliau berinfak 300 ekor kuda ditambah 1.000 dinar, kurang lebih 4,250 kilogram emas.
ini, setelah bersusah payah mengumpulkan harta dan setelah terkumpul banyak
LALU MEREKA DIDATANGI PERASAAN SUSAH. Mereka susah memikirkan dan payah payah
berusaha untuk MENDAPATKAN LAGI TAMBAHAN HARTA sehingga menjadi lebih banyak.
karena mereka tak belajar tentang qana’ah lalu tak tahu dan tak punya SIFAT
QANA’AH.
bahwa qana’ah adalah engkau ridha dan menerima berapapun
yang diberikan Allah dalam kehidupan dunia ini, baik sedikit ataupun banyak.
Engkau menyerahkan urusanmu kepada Allah. Engkau mengetahui dan yakin bahwa
Allah lebih tahu dan lebih sayang terhadap dirimu daripada dirimu sendiri.
(AbduIlah bin Ibrahim Dawud, Kitab al Qana’ah).
Tak pernah merasa susah sedikitpun
meskipun belum ada tambahan rizki. Selalu yakin bahwa
Allah akan mencukupinya. Rizki yang berkah karena ridha dengan apa dan seberapa
yang Allah berikan banyak ataupun sedikit. Fudhail bin Iyadh berkata : Barangsiapa yang ridha dengan pemberian Allah kepadanya
maka Allah akan memberkahi pemberian tersebut.
mendapatkan tambahan yang lebih banyak
lagi. Tidak pernah merasa cukup. Nah, disinilah masalahnya yaitu ketika
tambahan rizki yang dikejar tak kunjung dapat maka semakin bertambah
kesusahannya. Oleh karena itu sebelum punya harta yang banyak maka MANTAPKAN
DULU SIFAT QANA’AH di dalam diri. Ketika
sifat qana’ah telah mantap dalam diri seseorang maka tak ada kesusahan dengan
harta yang banyak atau sedikit.
‘anhu kepada anaknya : Wahai anakku, jika engkau meminta kepada Allah kekayaan,
maka mintalah juga sifat qana’ah (merasa cukup). Karena jika engkau tak
memiliki sifat qana’ah maka harta sebanyak apapun tak akan membuatmu kaya.
(‘Uyunul Akhbar).
senantiasa mempelajari dan memelihara sikap qana’ah sehingga tidak ada
kesusahan ketika memiliki harta banyak ataupun sedikit. Sungguh, orang orang
beriman wajib bersyukur kepada Allah Ta’ala atas segala nikmat yang diberikan
termasuk nikmat rizki berupa harta. Ketahuilah bahwa sifat qana’ah akan
mendatangkan rasa syukur kepada Allah Ta’ala.
:
hamba yang paling bersyukur. (H.R Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.612)







































