Dia dekat dengan hamba hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya :
فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا
لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
(Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi
(perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran (Q.S al
Baqarah 186)
dua macam : (1) Kedekatan dengan ilmu-Nya dari setiap makhluk-Nya, dan (2)
Kedekatan dari penyembah-Nya dan orang yang berdoa kepada-Nya dengan
mengabulkan doa, menolong dan memberikan taufik. (Tafsir Taisir Karimir
Rahman).
keadaannya bahwa Allah Ta’ala bukan hanya dekat TAPI SANGAT DEKAT dengan hamba
hamba-Nya. Diantara saat atau keadaan
itu adalah :
DEKAT antara seorang hamba dari Allah Ta’ala adalah pada tengah malam terakhir.
Kalau engkau mampu untuk menjadi oranf orang tang berdzikir kepada Allah pada
saat itu, lakukanlah”. (H.R at Tirmidzi, an Nasa’ dan al Hakim).
waktu itu adalah bahwa waktu tersebut merupakan waktu (yang sangat baik)
permohonan kepada Rabb kita. Kesempatan yang luar biasa ini hanya akan diraih
olh orang orang yang mempersiapkan dirinya dan penuh perhatian, untuk
memperoleh manfaat yang besar tersebut karena semua manfaat dunia dan manfaat
akhirat bertumpu padanya (Syarah Hishnul Muslim)
diambil pada saat itu adalah banyak memohon ampun dan berdoa, sebagaimana
sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :
الليل الآخر فيقول: من يدعوني فأستجيب له، من يسألني فأعطيه، من يستغفرني فأغفر
له، حتى ينفجر الفجر
malam akhir. Ia lalu berkata : Barangsiapa yang berdoa, akan Aku kabulkan.
Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku,
akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
pada waktu yang istimewa ini adalah shalat malam. Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.
shalat wajib adalah shalat yang dilakukan di malam hari. (H.R Imam Muslim)
al Hambali mengatakan : Waktu tahajud di
malam hari adalah sebaik-baik waktu pelaksanaan shalat sunnah. Ketika itu HAMBA
SEMAKIN DEKAT dengan Rabbnya. Waktu tersebut adalah saat dibukakannya pintu
langit dan diijabahnya doa. Saat itu
adalah waktu untuk mengemukakan berbagai macam kebutuhan dan permohonan kepada Allah Ta’ala. (Lathaif
al Ma’arif).
saat sujud dalam shalat.
hamba hamba-Nya adalah ketika sujud dalam shalat. Oleh karena itu sangat dianjurkan oleh Rasulullah Salallahu
‘alahi wasallam agar banyak bedoa ketika sujud dalam shalat. Perkara ini dijelaskan
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
dari Abu Hurairah :
مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa pada waktu
(sujud) itu. (H.R Imam Muslim).
pada saat sujud dibandingkan semua kondisinya itu menunjukkan PUNCAK KETUNDUKAN
DAN PENGAKUAN SEORANG HAMBA terhadap
penghambaan dirinya dan Rububiah Rabb-nya. (Syarah Hishnul Muslim).
diketahui bahwa keutamaan (memperbanyak doa, pen.) yang disebut dalam hadits
ini berlaku untuk semua sujud dalam shalat. Tidak hanya untuk sujud terakhir
saja sebagaimana yang disangka dan dipraktekkan oleh sebagian dari kamu
muslimin. (Syarah Sahih Muslim, Imam an Nawawi).
Allah Ta’ala PALING DEKAT DENGAN HAMBA HAMBANYA dan merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperbanyak ibadah, memohon ampun dan berdoa
kepada-Nya. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.547)





































