SEMPIT
membagi rizki kepada manusia sesuai kehendak-Nya. Bukan sesuai kehendak
atau usaha manusia. Bisa jadi ada orang
sedikit usahanya lalu dapat rizki lebih banyak sedangkan yang usahanya banyak dapat
rizki sekedarnya. Ada yang berpangkat dan berpendidikan tinggi, rizkinya
sedikit tapi yang rendah pangkat dan pendidikannya bisa jadi dapat rizki yang
berlimpah.
kepada makhluk-Nya sesuai yang diinginkan-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
بَعْضٍ فِى ٱلرِّزْقِ ۚ
sebagian yang lain dalam hal rizki. (Q.S an Nahal 71)
يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ
لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa
yang Dia kehendaki) ?. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda tanda
(kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. (Q.S az Zumar 52).
rizki yang telah dijanjikan Allah baginya yaitu untuk memenuhi kebutuhan
dirinya, keluarga dan orang orang yang menjadi tanggungannya. Dengan begitu
maka terjaga kehormatan diri dari meminta minta.
maka ada beberapa perkara yang sangat perlu diperhatikan, Diantaranya adalah :
Ta’ala.
setiap saat dan sepanjang umur dan dalam berbagai keadaan. Tak dikaitkan dengan
rizki yang banyak ataupun sedikit. Namun demikian salah
satu cara untuk mendatangkan rizki adalah dengan senantiasa menjaga ketakwaan
kepada Allah Ta’ala. Diantara buah dari bertakwa kepada Allah adalah Dia akan memberi jalan keluar dan membukakan
pintu rizki. Allah Ta’ala berfirman :
مَخْرَجًا
يَحْتَسِبُ ۚ
akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberi rezki dari arah yang
tidak disangkanya. (Q.S ath Thalaq 2-3).
rizki dan kebaikan maka wajib baginya untuk menjauh dari dosa dan maksiat.
bersabda :
إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ
يُصِيْبُهُ
seorang laki laki itu benar benar akan
terhalang dari rizki disebabkan dosa yang dilakukannya. (H.R Ibnu
Majah).
Setelah menyebut hadits ini, Imam Ibnul Qayyim berkata : Tak ada yang dapat
menarik rizki kecuali dengan meninggalkan maksiat. (Ad Daa’ wa Dawaa’).
Qayyim berkata : Allah menjadikan sikap bersyukur sebagai salah satu sebab
bertambahnya rizki, pemeliharaan dan penjagaan atas nikmat-Nya (terhadap orang
yang bersyukur). (Demikian ini merupakan) tangga bagi orang bersyukur menuju
Dzat yang disyukuri. Bahkan hal itu menempatkannya menjadi yang disyukuri.
(Lihat Minhajus Saalikin).
jangan boleh pernah lupa berdoa memohon kepada Allah ar Razzaq, Maha Pemberi
Rizki. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala
berjanji akan mengabulkan doa hamba hambaNya. Allah berfirman :
لَكُمْ
berfirman : Berdoalah kepada-Ku niscaya
akan Aku perkenankan bagimu. (Q.S al Mu’min 60).
Allah dan Rasul-Nya adalah :
الرَّازِقِينَ
kami rizki dan Engkau sebaik baik pemberi rizki. (Q.S al Ma-idah 114).
dari dzikir pagi beliau setelah shalat
shubuh yaitu : “Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’an. Wa rizqan thaiyiban wa ‘amalan
mutaqabbalan” Ya Allah aku bermohon ilmu yang bermanfaat, dan rizki
yang baik dan amalan yang diterima. (H.R Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu
Majah).
wattuqaa, wal ‘afaf wal ghina”. Ya Allah aku bermohon kepada Engkau petunjuk, ketakwaan, kesucian (dijauhkan dari yang
tidak halal dan tidak baik) dan berilah aku kecukupan. (H.R
Imam Muslim, dari Ibnu Mas’ud).
Ta’ala
maka jangan adukan kepada manusia tapi adukan kepada Allah Ta’ala. Rasulullah
bersabda : “Barangsiapa yang ditimpa kemiskinan kemudian dia mengadukannya
kepada manusia, maka kemiskinannya tidak dihilangkan darinya. Namun barang siaa
yang ditimpa kemiskinan kemudia dia mengadukannya kepada Allah maka Allah akan
mendekatkan untuknya rizki yang segera atau tertunda”. (H.R at Tirmidzi).
tawakal yang jujur maka Allah akan bukakan pintu rizki. Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam bersabda :
تَوَ كَّلُوْنَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُم كَمَا تُرْزَقُ
الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا
bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi
rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan
lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang (H.R Imam Ahmad, at Tirmidzi
dan yang lainnya)
Ta’ala.
beristighfar bukan saja untuk memohon agar dosa dosa kita diampuni,
tetapi dengan istighfar sangatlah banyak
nilai tambah dan kebaikan yang akan
diperoleh seorang hamba untuk kehidupan
dunia dan akhiratnya bahkan diantara
keutamaan beristighfar adalah untuk MEMBUKA PINTU RIZKI dan mendatangkan kebaikan yang banyak.
menyebutkan dari Ibnu Subaih bahwa :
kepada Imam Hasan al Bashri, maka Imam Hasan al Bashri berkata : Istighfarlah
engkau kepada Allah.
harta. Imam Hasan al Bashri berkata : Istighfarlah engkau kepada Allah.
pula yang minta didoakan agar dia
memperoleh anak karena sudah lama menikah belum memperoleh anak. Imam Hasan al
Bashri berkata : Istighfarlah engkau kepada Allah.
kekeringan karena hujan sudah lama tidak turun. Imam Hasan al Bashri berkata :
Istighfarlah engkau kepada Allah.
Wahai Imam Hasan al Bashri, tadi orang orang datang kepada engkau untuk
mengadukan berbagai permasalahan dan kebutuhannya yang berbeda beda. Tapi
engkau menyuruh semuanya untuk memohon ampun kepada Allah.
Mengapa begitu ?
tidak menjawab dari diriku tapi Allah yang telah menyebutkan dalam firmanNya
agar semuanya senantiasa beristighfar. Lalu Imam Hasan al Bashri membacakan
surat Nuh ayat 10 dan 12 :
إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
مِدْرَارًا
وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan
kepadamu dengan lebat dan memperbanyak
harta dan anak anakmu, dan
mengadakan untukmu kebun kebun dan mengadakan (pula di dalamnya)untukmu sungai sungai.
menjelaskan surat Nuh ayat 10-12 di atas, Imam Ibnu Katsir rahimahullah
mengatakan : Jika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan
mentaati-Nya, niscaya KALIAN AKAN MENDAPATKAN BANYAK RIZKI. Akan diberi
keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah
dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman.
harta, serta dikaruniakan anak dan keturunan. Di samping itu, Allah juga akan
memberikan pada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya
akan dialirkan sungai-sungai. (Tafsir Ibnu Katsir).
ketahuilah bahwa ketika seorang hamba mengalami rizki yang sempit ingatlah
bahwa itu adalah ketetapan Allah yang harus diterima dengan berbaik sangka
dan ridha. Allah berfirman :
اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan
hanya kepada Allah bertawakallah orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah 51).
diantara perkara yang ada baiknya diperhatikan dan diamalkan oleh hamba hamba
Allah yang ingin rizkinya dilapangkan Allah Ta’ala. Insya Allah ada manfaatnya
bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.516).






































