kuat rasa keikhlasan padanya. Orang yang
berpuasa lebih bisa dan mudah menjaga diri dalam ibadah ini dari perbuatan riya
karena ibadah puasa bisa disembunyikan dan tak diketahui orang lain. Yang tahu
hanya Allah Ta’ala dan diri orang yang
berpuasa.
Diantaranya adalah dijauhkan dari api neraka. Rasulullah Salallahu ‘alaihi
Wasallam bersabda :
باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا
hari) di jalan Allah kecuali akan Allah
jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim. (H.R Imam
Bukhari dan Imam Muslim).
sallam bersabda :
وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ
لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
PUASA ADALAH PERISAI, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api
neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya. (H.R. Imam
Ahmad).
: Maksudnya puasa adalah penghalang antara dirinya dengan api neraka, ini
mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti
puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa tiga hari setiap
bulan, puasa Dzulhijjah, puasa Arafah, dan puasa ‘Asyura. (Lihat al Minhatu ar
Rabaniyyah fii Syarhi al Arba’in an Nawawiyyah).
untuk banyak melakukan ibadah puasa ini.
Ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah mengajarkan
dan memberi contoh kepada kita untuk mendapatkan pahala yang banyak dari ibadah
puasa yaitu SEPERTI BERPUASA SEPANJANG TAHUN. Diantaranya adalah dengan :
sebulan dan utamanya pada pertengahan bulan. Rasulullah bersabda :
فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15. (H.R at Tirmidzi dan An Nasai, Abu Isa at Tirmidzi mengatakan
bahwa hadits ini Hasan).
ini. Bahkan disebutkan bahwasanya Rasulullah selalu berpuasa pada hari purnama
ini, baik pada saat mukim maupun pada saat safar. (H.R an Nasa’i dan ath
Thabrani)
bulan adalah sebagaimana Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
BERPUASA SEPANJANG TAHUN. (H.R Imam Bukhari).
أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
bulan Syawal maka DIA SEPERTI BERPUASA SELAMA SETAHUN. (H.R Imam Muslim, Imam
Ahmad at Tirmidzi dan Abu Dawud).
Berpuasa tiga hari dalam sebulan dan (2) Berpuasa enam hari di bulan Syawal
akan bernilai seperti berpuasa selama dua tahun penuh. Kebaikan ini akan semakin
bertambah ketika seseorang juga melakukan ibadah ibadah puasa selain yang dua
macam tersebut seperti puasa Senin-Kamis, puasa Dawud, puasa Arafah, puasa
Asyura dan yang lainnya.
أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا
وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang
dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi). Q.S al
An’am 160.
Wallahu A’lam. (1.500)






































