nikmat paling besar dan sangat
didambakan oleh orang orang beriman adalah mendapatkan surga-Nya. Diantaranya cara
untuk mendapatnya adalah menahan marah yaitu sebagaimana sabda Rasulullah
Salallahu ‘alaihi Wasallam :
وَلَكَ الْجَنَّةُ
ath Thabrani, shahih lighairihi, lihat Shahih at Targhib, Syaikh al Albani).
bisa mengendalikan atau menahan marahnya. Rasulullah bersabda :
قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ
الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ
الْعِيْنِ مَا شَاءَ.
untuk melampiaskannya, Allah akan memanggilnya pada hari Kiamat di hadapan
semua makhluk, hingga memberikannya kesempatan untuk memilih bidadari yang dia
inginkan. (H.R Imam Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi dan Ibnu Majah).
bertakwa adalah orang yang bisa menahan marahnya. Diapun akan mendapat
kecintaan Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ
الْمُحْسِنِينَ
berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang
lain. Dan Allah mencintai orang orang yang berbuat kebaikan.
(Q.S Ali Imran 134).
adalah suatu yang tidak mudah. Ketika disakiti atau dizhalimi manusia
cenderung marah dan membalas. Jika perlu membalas dengan sesuatu yang lebih
keras. Pada hal sangatlah banyak keutamaan menahan marah sebagaimana disebutkan
di awal tulisan ini.
Ibnu Rajab al Hambali berkata : Yang wajib atas seorang mukmin adalah agar
marahnya dalam rangka menolak gangguan dalam agama, baik untuknya maupun untuk
orang lain dan membalas yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Inilah
sikap Rasulullah. Beliau tidak pernah
membalas (marah) untuk kepentingan diri beliau. Akan tetapi apabila hal hal
yang Allah haramkan dilanggar maka tidak ada sesuatu pun yang dapat mencegah
marah beliau.
orang orang beriman akan selalu menjaga dan mengendalikan diri ketika terpicu
untuk marah sehingga mendapat kebaikan yang banyak, diantaranya adalah mendapat
surga.
manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.498)




































