kembali ke negeri asalnya yaitu surga
melalui jalan kematian, alam barzah atau alam kubur, dikumpulkan di
mahsyar, dihisab dan melewati shirat.
mengundang dan mengajak orang orang beriman masuk ke surga, sebagaimana
firman-Nya :
السَّلٰمِ ؕ وَ یَہۡدِیۡ مَنۡ یَّشَآءُ اِلٰی صِرَاطٍ مُّسۡتَقِیۡمٍ
(surga) dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang
lurus (Islam). Q.S Yunus 25.
mencari ampunan-Nya dan surga-Nya. Allah
Ta’ala berfirman :
رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ
لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن
يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
ampunan dari Rabb-mu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang
disediakan bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul rasul-Nya. Iitulah
karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah
mempunyai karunia yang besar. (Q.S al Hadid 21)
kenikmatan yang sangat banyak dan tidak pernah diketahui, dirasakan dan tak
bisa dibayangkan oleh manusia. Rasulullah bersabda dalam satu hadits qudsi yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Abu Hurairah :
قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي
الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى
قَلْبِ بَشَرٍ
untuk para hamba-Ku yang shalih sebagai simpanan sesuatu yang tidak pernah
terlihat di mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas
dalam hati manusia apa yang sudah diperlihatkan kepada kalian. Kemudian beliau
membaca firman Allah :
لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
untuk mereka yaitu (bermacam macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai
balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S as Sajdah 17).
pintu dan ada orang orang beriman boleh
masuk melalui pintu mana pun yang dia inginkan, Diantaranya adalah :
benar.
لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، فَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ
وَأَطَاعَ؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُدْخِلُهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ
شَاءَ، وَلَهَا ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ. وَمَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ
شَيْئًا، وَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَعَصَى؛ فَإِنَّ
اللَّهَ تَعَالَى مِنْ أَمْرِهِ بِالْخِيَارِ؛ إِنْ شَاءَ رَحِمَهُ، وَإِنْ شَاءَ
عَذَّبَهُ”.
apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan taat, niscaya Allah
akan memasukkannya lewat pintu surga manapun yang ia maui. Dan pintu surga itu
ada delapan.
apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar namun tidak taat pada
ulil Amri, maka nasibnya terserah Allah. Jika Dia berkehendak maka akan
merahmatinya, sebaliknya jika Dia berkehendak, maka akan menyiksanya”. (H.R Imam Ahmad dari Ubadah bin ash Shamit)
berdoa sesudahnya.
dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda :
أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ
الثَّمَانِيَةُ، يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.
yang berwudhu lalu mengucapkan : Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu wa asyhadu
anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu‘ (aku bersaksi bahwa tidak
ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi
Muhammad adalah hamba dan RasulNya), dibukakan untuknya pintu-pintu
surga yang delapan, dan dia dapat masuk dari pintu manapun yang diinginkannya.
(H.R Imam Muslim)
diriwayatkan oleh at Tirmidzi dengan tambahan :
التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.
jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk
orang-orang yang menyucikan diri). (Hadits Hasan li ghairihi).
yang patuh kepada suaminya juga BISA MEMILIH PINTU SURGA YANG DIINGINKANNYA.
Rasulullah bersabda : Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu,
berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, niscaya
akan dikatakadarn kepadanya : Masuklah ke dalam surga dari pintu mana pun yang
engkau mau. (H.R Imam Ahmad).
dipersilahkan masuk surga melalui pintu khusus dan tertentu sebagaimana kuat
amalnya. Rasulullah bersabda :
bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
:
أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ
أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ
الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ
دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ
مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga :
Wahai hamba Allah, inilah kebaikan. Maka orang yang termasuk golongan ahli
shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan
ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa
akan dipanggil dari pintu ar rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli
sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.
رَسُولَ اللَّهِ ، مَا عَلَى مَنْ دُعِىَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ
، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ « نَعَمْ .
وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »
Bakar pun bertanya : Ayah dan ibuku sebagai penebus engkau wahai Rasulullah,
kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari
pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut
?.
pun menjawab : Iya ada. Dan aku berharap engkau termasuk golongan mereka. (H.R.
Imam Bukhari dan Imam Muslim).
berusaha melakukan berbagai amal kebaikan yang fardhu maupun sunnah sehingga
mendapat kesempatan masuk surga melalui
pintu manapun yang diinginkannya sebagaimana di isyaratkan hadits hadits
diatas.
Wallahu A’lam. (1.497)







































