RASULNYA
Rabb-Nya adalah beribadah, melakukan amal shalih sebagaimana yang
diperintahkan-Nya dan merupakan tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman :
إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S adz Dzariyat 56).
amal shalih yang dilandasi iman adalah bekal untuk menuju ke negeri akhirat
dan modal untuk bisa memasuki surga-Nya Allah. Allah berfirman :
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ
تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ
kabar gembira kepada orang orang yang beriman dan beramal shalih bahwa untuk
mereka (disediakan) surga surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai. (Q.S al Baqarah 25).
الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ
الْكَبِيرُ
mengerjakan amal shalih mereka akan mendapat surga yang mengalir dibawahnya
sungai sungai. Itulah kemenangan yang agung.
(Q.S
al Buruj 10)
seorang hamba tunduk dan patuh kepada apa yang diperintahkan Allah dan
Rasul-Nya. Tidak mendahului Allah dan
Rasul-Nya karena akan menghapus nilai
amalnya.
perintahnya, maksudnya adalah : Janganlah seorang muslim mengerjakan amalan
yang tidak diperintahkan Allah dan Rasulullah, karena hal itu termasuk perbuatan lancang. Ketahuilah bahwa syarat diterimanya suatu amal
adalah ikhlas karena Allah dan itttiba’ yaitu mengikuti Rasulullah.
Allah Ta’ala berfirman :
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada ALLAH. Sesungguhnya
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S al Hujurat 1).
as Sa’di berkata : Allah memerintahkan hamba hamba-Nya yang beriman sesuai
tuntutan keimanan terhadap Allah dan Rasul-Nya dengan menjalankan perintah-Nya
dan menjauhi larangan-Nya serta harus berjalan di belakang perintah perintah
Allah dan mengikuti sunnah rasul-Nya dalam semua hal. Agar tidak mendahului
Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah menyatakan. Dan tidak memerintah apapun hingga Allah dan Rasul-Nya
memerintahkan.
Kita sering melihat orang melakukan suatu amal perbuatan yang tidak
diperintahkan dan tidak pula dicontohkan oleh Rasulullah. Mereka menganggapnya sebagai ibadah yang
akan memperoleh pahala dan kebaikan dari Allah Ta’ala. Padahal sesungguhnya
mereka telah menyelisihi Rasulullah.
Seolah olah mereka telah mengubah
syariat tanpa hak dan hanya berbekal persangkaan dan akal fikirannya semata.
Akibatnya adalah amalannya terhapus nilainya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
diantara saudara saudara kita yang beribadah atau melakukan ibadah atau beramal
menyelisihi Rasulullah. Mereka
beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan adalah baik untuk mendekatkan diri
kepada Allah. Pada hal cara melakukannya tidak sebagaimana yang diajarkan
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam. Akibatnya, amalannya tak bernilai. Sungguh
Rasulullah telah mengingatkan dalam sabda beliau :
baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.
(H.R Imam Bukhari
no. 2697 dan Imam Muslim no. 1718)
no. 1718)
biasanya beliau mengucapkan :
الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ
sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan,
setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah
adalah kesesatan. (H.R Imam Muslim no. 867).
jika sekarang kita periksa kembali
amalan yang kita lakukan apakah sesuai dengan apa yang diajarkan Allah dan
Rasul-Nya. Jika ada yang tak sesuai SEGERA TINGGALKAN agar amal kita tak sia
sia.
Wallahu A’lam. (1.368)







































