sebagaimana dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya :
رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ
وَالْفُرْقَانِ ۚ
diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan penjelasan
petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Q.S al
Baqarah 185.
disebutkan secara khusus bahwa petunjuk bagi orang yang bertakqwa. Allah
berfirman :
ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Q.S al Baqarah 2).
mempelajari dan tentu juga WAJIB UNTUK MENGAMALKANNYA. Termasuk juga
mengajarkannya. Sungguh Rasulullah menyebutkan bahwa yang mempelajari dan
mengajarkan al Qur an adalah orang terbaik sebagaimana sabda beliau :
kebaikan yang akan didapat oleh orang orang beriman yang melazimkan bagi
dirinya untuk selalu membaca al Qur an. Diantaranya adalah :
karunia baginya.
اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا
وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
Kitab Allah (al Qur an dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rizki
yang Kami anugerahkan kepadanya, dengan diam diam dan terang terangan, mereka
itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. Agar Allah menyempurnakan
pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Pengampun
lagi Maha Mensyukuri. (Q.S Faathir 29-30)
rasanya dan sedap aromanya.
memberikan kabar gembira bagi orang yang selalu
membaca al Qur an seumpama buah utrujah yang lezat dan sedap aromanya,
yaitu sebagaimana sabda beliau :
الْمُؤْمِنِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ
الأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ
وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ
مَثَلُ التَّمْرَةِ لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا
حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ
الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ
وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى
لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ
لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
an seperti buah utrujah yang memiliki wangi yang sedap dan rasa yang manis.
Sedangkan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca al Qur an ibarat buah tamar
(kurma) yang tidak memiliki bau namun rasanya manis. Adapun perumpamaan seorang
munafiq yang membaca al Qur an ibarat buah raihanah yang memiliki wangi
yang sedap tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafiq yang tidak
membaca al Qur an ibarat buah handzhalah yang tidak memiliki bau dan
rasanya pahit. (H.R Imam Muslim)
syafaat kepadanya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam :
شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ.
syafaat kepada para sahabatnya. (H.R Imam Muslim).
:
اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ
الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan
setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam
Mim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.
(H.R Imam at Tirmidzi).
dalam setiap ayat, setiap surat dan setiap juz dari al Qur an. Diantara surat
yang pendek dalam al Qur an adalah surat al Kautsar yang terdiri dari 42 huruf.
Untuk membacanya membutuhkan waktu hanya kira kira 13 detik dan mendatangkan
420 pahala. Kemudiaan surat al Ikhlas. Surat ini terdiri dari 47 huruf dan
untuk membacanya butuh waktu kira kira 15 detik. Ini akan mendatangkan 470
pahala bagi yang membacanya.
mendatangkan kebaikan yang lebih banyak lagi bagi pembacanya.
an akan bersama dengan malaikat yang mulia dan memperoleh dua pahala.
Rasulullah bersabda :
السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ
فِيْهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
akan bersama Malaikat yang mulia lagi taat dan yang membaca al Qur an dengan
terbata bata dan merasa berat, maka ia mendapat dua pahala (H.R Imam Bukhari
no. 4937 dan Imam Muslim no. 244).
Nafi’ al Harits Gubernur Makkah di daerah Usfan. Lalu Khalifah bertanya : Ya
Nafi’ siapa yang telah engkau tunjuk sebagai penggantimu sementara engkau
bersafar. Lalu dijawab : Aku telah mengangkat Ibnu Abza sebagai pengganti
sementara. Khalifah bertanya : Siapa Ibnu Abza. Dijawab : Dia adalah bekas
budak kami yang telah dimerdekakan. Bekas budak kata Umar. Nafi’ menjawab : Ya,
tapi dia sangat memahami al Qur an.
Rasulullah :
الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
derajat seseorang dengan kitab ini (al Qur an) dan merendahkan yang lain dengan
kitab ini. (H.R Imam Muslim no. 817, dari Umar Khaththab).
akan diperoleh pembaca al Qur an. Oleh karena itu seorang hamba tentulah
bersemangat untuk mempelajari al Qur an, membacanya, menghafal, mentadaburi dan
mengamalkannya serta mengajarkan sesuai
kemampuannya.
Wallahu A’lam. (1.366).







































