KESALAHAN
musibah ataupun bencana yaitu berupa ujian dari Allah Ta’ala. Para Nabi pun
diberi bencana dan musibah berupa ujian bahkan ujian bagi mereka lebih berat
dari apa yang dialami umatnya.
sallam pernah ditanya oleh Sa’d bin Abi Waqqash :
النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ
فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا
اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ
دِينِهِ
paling berat ujiannya ?. Beliau menjawab : Para Nabi kemudian orang-orang yang
semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar
(kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat.
Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya. (H.R at
Tirmidzi, an Nasa’i dan Ibnu Majah)
: “Matsalul mu’mini kamatsaliz zar’i, laatazaalur riihu tamiiluhu, walaa
yazaalul mu’minu yushiibuhul bala’. Perumpamaan seorang mu’min tak ubahnya
seperti tanaman, angin akan selalu meniupnya, ia akan selalu mendapat cobaan
(H.R Imam Muslim).
Allah untuk melihat kekokohan iman seorang hamba yaitu sebagaimana dimaksud
dalam firman-Nya :
لَا يُفْتَنُونَ
dibiarkan dengan hanya mengatakan bahwa : Kami telah beriman, dan mereka tidak
diuji ? (Q.S al Ankabuut 2)
ujian bagi orang beriman untuk penghapus kesalahan dan dosa dosanya. Rasulullah
Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
فٌوْقَهَا إِلَّا كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةً وَ مُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا
خَطِيْئَةً
duri hingga apa-apa yang lebih berat darinya, kecuali dicatat baginya derajat
dan dihapus darinya dengan hal itu kesalahan (H.R Imam Muslim).
dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda :
وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى
الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan,
bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus
kesalahan-kesalahannya karenanya. (H.R Imam Bukhari no. 5642 dan Imam Muslim
no. 2573).
hamba akan menghadap Allah Ta’ala dalam keadaan dosanya telah diampuni.
berupa bencana dan musibah maka itu adalah pertanda bahwa Allah menghendaki
kebaikan baginya.
bersabda :
أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا
وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى
يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
seseorang hamba, maka Allah menyegerakan siksaan baginya di dunia. (H.R
at Tirmidzi)
ataupun musibah maka seorang beriman haruslah menerima dengan sabar sehingga
dia mendapatkan kebaikan dari bencana dan musibah yang mendatanginya.
A’lam. (1.318)




































![[Lirik+Terjemahan] ONE OK ROCK – Deeper Deeper (Lebih Dalam)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/news_large_ONE_OK_ROCK_JK.jpg?fit=400%2C395&ssl=1)
