PERNAH TERCAPAI
itu perkara mubah apalagi dalam ibadah, sebagian orang terkadang berfikir
BAGAIMANA KATA ORANG. Kalau saya lakukan ini kan gak enak sama tetangga, gak
enak sama teman dan yang lainnya. Mereka tentu tak suka dan tak ridha.
bahwa pada hakikatnya kita tidak
diperintahkan untuk mencari ridha manusia tapi kita diperintahkan untuk
senantiasa mencari keridhaan Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman Allah :
مُؤْمِنِينَ
Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka mencari keridhaan-Nya. (Q.S at Taubah
62)
‘alaihi wa Sallam bersabda:
وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ
mencari keridhaan manusia dengan membuat Allah murka, maka ia diserahkan oleh
Allah kepada manusia. Dan barangsiapa membuat manusia murka dengan keridhaan
Allah, maka Allah akan mencukupinya dari kejahatan manusia. (H.R Ibnu Hibban
no.277).
juga mengingatkan kita bahwa ridha semua manusia adalah suatu yang tak mungkin
dicapai. Jadi sangat dianjurkan untuk tidak menjadikannya sebagai landasan
utama dalam melakukan sesuatu. Perhatikanlah nasehat berikut ini :
Syafi’i rahimahullah.
: Ridha semua manusia adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai, tidak ada jalan
untuk selamat dari omongan orang. Maka lihatlah kebaikan hatimu, peganglah dan
biarkan manusia berbicara sekehendak mereka.
(Manaqib Imam Syafi’i oleh al Aburri
dan Hilyatul Auliya’ oleh Abu Nu’aim).
Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.
tindakan dan keputusan maka yang menjadi pertimbangan utama adalah sikap
manusia kepadanya, apakah mereka akan ridha dengan keputusannya ataukah
tidak.
Thanthawi Grand Syaikh al Azhar asy Syarif.
lima nasehat yang sangat berharga pula bagi kita. Beliau mengatakan : (1) Kita
semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita.
(2) Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita. (3) Kita
istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita. (4) Kita adalah
pribadi yg menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian. (5) Kita adalah
orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri.
(kata beliau) : Setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak
perlu berlelah lelah agar tampak baik di mata orang lain. Cukuplah dengan ridha
Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang tak kan
pernah tercapai. Sedangkan Ridha Allah, tujuan yang bisa sampai, Maka
tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha
Allah.
tegar berbicara atau berbuat sesuatu jika itu akan mendatangkan ridha Allah meskipun
sebagian manusia tak menyukai atau tak ridha kepadanya.
Wallahu A’lam. (1.307).




































