pada hari berbangkit pasti sangatlah berat. Semua manusia, mulai dari Nabi Adam
sampai manusia yang terakhir akan dibangkitkan dan dikumpulkan di suatu tempat
yang luas dan datar yaitu Padang Mahsyar.
digiring ke Padang Mahsyar dengan berbagai kondisi yang berbeda sesuai dengan
amalnya ketika berada di dunia. Ada yang digiring dengan berjalan kaki,
sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
عُرَاةً مُشَاةً غُرْلاً
kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan belum dikhitan. (H.R Imam Bukhari, no. 6043)
berkendaraan. Namun tidak sedikit yang diseret di atas wajah-wajah mereka.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ
berjalan (kaki), dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang)
diseret di atas wajah-wajah kalian. (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan dinilai hasan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih at Targhib wat Tarhib no. 3582).
yang bisa menolong untuk meringankan sulitnya keadaan kita di Padang Mahsyar
itu ?. Tentu ada, dan YANG PALING UTAMA,
dengan izin Allah, ADALAH AMAL SHALIH YANG DILAKUKAN KETIKA DUNIA.
yang sangat diharapkan oleh orang orang beriman adalah SYAFAAT ATAU PERTOLONGAN
DARI RASULULLAH SALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM. Oleh karena itu persiapkan diri di
dunia dengan amal amal yang bisa mendatangkan syafaat beliau yaitu dengan
banyak bershalawat kepada beliau.
: Yang paling banyak bershalawat.
Ibnu Mas’ud, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
عَلَيَّ صَلَاةً
paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari Kiamat adalah yang
paling banyak bershalawat kepadaku. (H.R at Tirmidzi).
dan bershalawat setelah mendengar adzan
bersabda : Dari Abdullah bin ‘Amr bahwa
beliau mendengar Nabi bersabda : Jika kalian mendengar muadzin maka tirukanlah
ucapannya, kemudiaan bershalawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang
bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh
kali.
mintakanlah kepada Allah wasilah untukku, karena wasilah adalah sebuah tempat
di surga yang tidak akan dikaruniakan melainkan kepada salah satu hamba Allah.
Dan aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohonkan untukku
wasilah maka ia akan meraih syafaat. (H.R Imam Muslim)
kepada Nabi sepuluh kali di pagi dan sore hari
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
hari sepuluh kali dan di sore hari sepuluh kali, maka dia akan mendapatkan
syafaatku pada hari kiamat. (HR. ath-Thabrani dan dinyatakan hasan oleh
Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’).
selalu memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam
sehingga akan mendapat syafaat atau pertolongan dari beliau di Hari Kiamat.
hakikatnya adalah setiap waktu dan dalam berbagai keadaan dan kegiatan ibadah. Namun
demikian, secara khusus Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam sangat menganjurkan untuk banyak bershalawat pada hari Jum’at,
sebagaimana sabda beliau :
يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ
وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ
صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ
afdhal adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan
pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk.
Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum’at, karena shalawat akan
disampaikan kepadaku…. (H.R Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad, dan al
Hakim dari Aus bin Aus).
Wallahu A’lam (1.305).





































