dan cobaan selalu mendatangi diri saya ataupun keluarga dan harta saya. Pada
hal saya terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Saya terus berusaha
menjaga ketaatan dan menjauh dari apa yang dilarang Allah Ta’ala.
adalah karena Allah mencintai engkau. Perhatikanlah sabda Rasulullah berikut
ini. “Idza
ahabballahu qauman abtalaahum faman shabara fa lahush shabru, wa man haraja fa
lahul haraju”. Jika Allah
mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka
kesabaran itu untuknya. Dan barang siapa melakukan kesalahan (dosa) maka
kesalahan itu untuknya. (H.R Imam Ahmad).
kepada para Nabi dan Rasul jauh lebih
berat daripada yang selainnya. Ini adalah sebagaimana dijelaskan Rasulullah
Salallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabda beliau :
بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ
أَشَدُّ بَلَاءً؟ قَالَ: «الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ،
فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا
اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ
دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ البَلَاءُ بِالعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى
الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
berkata: Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya ?.
Kata beliau: Para Nabi, kemudian yang semisal mereka dan yang semisal mereka.
Dan seseorang diuji sesuai dengan kadar dien (keimanannya). Apabila diennya
kokoh, maka berat pula ujian yang dirasakannya; kalau diennya lemah, dia diuji
sesuai dengan kadar diennya. Dan seseorang akan senantiasa ditimpa ujian demi
ujian hingga dia dilepaskan berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak mempunyai
dosa. (H.R at Tirmidzi no.2398, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
atau cobaan yang menimpa Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam, dalam menjalani
kehidupan dan dakwah beliau. Diantaranya adalah dimusuhi, diusir dari negerinya
dan diperangi oleh kaumnya. Pada masa awal beliau berdakwah, beliau dituduh
sebagai penyair bahkan dituduh sebagai orang gila, dilempari kotoran dan batu.
mendatangi Rasulullah adalah Allah Ta’ala mentakdirkan banyaknya keluarga beliau
yang wafat mendahului beliau yaitu istri
yang dicintai dan anak anak yang disayangi.
: Wafatnya Khadijah binti Khuwailid.
adalah istri pertama beliau. Beliau
nikah dengan Khadijah sebelum diangkat sebagai Nabi. Khadijah menemani beliau,
berjihad bersama Nabi semenjak awal di angkatnya beliau sebagai Nabi. Khadijah
selalu siap berjihad dengan harta dan jiwanya untuk menegakkan Islam yang mulia ini.
keutamaan Khadijah adalah bahwa dialah orang paling pertama yang memeluk Islam
yang dibawa oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasalam. Dialah yang pertama
beriman kepada Allah Ta’ala dan Muhammad Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa
Sallam.
ujian mendatangi Nabi. Wanita yang dicintai Nabi ini wafat lebih dahulu dari
beliau yaitu pada tahun 10 kenabian. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun dan
masa pernikahan dengan Nabi lebih kurang 25 tahun. Sungguh kita tidak bisa
membayangkan bagaimana bersedihnya Nabi dengan wafatnya Khadijah, istri
tercinta beliau.
: Wafatnya anak anak beliau.
anak yaitu tiga laki laki dan 4 perempuan. Merupakan ujian yang berat pula bagi
Rasulullah adalah dari tujuh putra putri beliau hanya Fatimah yang wafat
setelah wafatnya Nabi yaitu 6 bulan kemudian.
merupakan ujian yang berat buat beliau. Betapa tidak, karena semua putra beliau
wafat ketika masih kecil : (1) Putra
beliau Al Qashim, wafat dalam usia dua tahun. (2) Putra beliau Abdullah
disebut juga dengan ath Thaiyib atau ath Thahir wafat sebelum berusia dua
tahun. (3) Putra beliau, yaitu Ibrahim, wafat dalam usia tujuh belas bulan.
sudah menikah dan wafat pada umur 28
tahun. (2) Putri kedua Ruqaiyah, sudah menikah dan wafat pada umur 21 tahun.
(3) Putri ketiga, sudah menikah dan wafat pada umur 27 tahun. Semuanya wafat ketika masih sangat muda.
mendatangi Rasulullah. Pada hal kita mengetahui bahwa Allah Ta’ala sangat menyayangi beliau
sehingga beliau mendapat gelar Khalilullah, derajat yang lebih tinggi dari
Habibullah, yaitu sebagaimana sabda beliau :
Allah telah menjadikanku seorang Khalil seperti halnya Dia menjadikan Ibrahim
sebagai khalil”. (Diriwayatkan Ibnu Majah).
sekiranya mendapat ujian, maka ketahuilah bahwa ujian kepada Nabi dan orang orang
shalih jauh lebih berat dari ujian
kepada kita.
Wallahu A’lam. (1.293)







































