KEADAAN
keadaan, diantaranya : (1) Ada yang berpangkat, ada yang berharta, ada yang
berilmu, ada berpenampilan fisik yang bagus dan yang lainnya. (2) Selain itu
ada yang hidup bahagia, ada yang hatinya
senang, ada pula yang sehat.
Itulah ketetapan Allah Ta’ala. Tak ada yang berserikat dengan-Nya.
keadaan yang dihadapi, maka orang beriman akan selalu pada posisi HUSNU ZHAN
ATAU BERBAIK SANGKA kepada Allah Ta’ala.
tuntunan buat kita agar terus menerus
berbaik sangka kepada Allah atas segala perbuatan-Nya :
: Engkau wajib husnuzhan, berbaik sangka kepada Allah terhadap perbuatan Allah
di muka bumi.
: Engkau wajib meyakini bahwa apa yang Allah lakukan adalah untuk suatu hikmah
yang sempurna. Terkadang akal manusia memahaminya terkadang tidak.
:Maka janganlah ada yang menyangka bahwa jika Allah melakukan sesuatu di alam
ini karena kehendakNya yang buruk.
sesuatu tetapi ternyata yang kita inginkan itu tak baik buat kita.
Perhatikanlah firman Allah :
شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
sesuatu, pada hal itu baik bagimu dan
boleh jadi kamu menyukai sesuatu pada hal itu tidak baik bagimu. Allah Maha
Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (Q.S al Baqarah 216).
hadits perintah bebaik sangka kepada Allah Ta’ala.
Rasulullah tentang kewajiban berbaik sangka kepada Allah adalah sebagaimana
sabda beliau berikut ini :
Dari Abu Hurairah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Allah Ta’ala berfirman,
عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
hamba pada-Ku. (Muttafaqun ‘alaih).
seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (berharap)
pada-Nya.
Qadhi Iyadh berkata : Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah
akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat
jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah
akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata
maknanya adalah berharap pada Allah dan meminta ampunannya (Syarh Shahih Muslim).
Watsilah bin al Asqa’
dalam Musnadnya dari Watsilah bin Asqa’ radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَجَلَّ : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ؛ فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ
tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Silahkan dia bersangka kepadaku
dengan apa yang ia inginkan.
oleh riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman :
وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ.
sangka, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Jika berprasangka buruk, maka ia
mendapatkan keburukan. (H.R Imam Ahmad).
sebelum wafat, aku mendengar Rasulullah bersabda :
الظَّنَّ
kalian mati melainkan ia harus berhusnu zhan pada Allah (H.R Imam Muslim).
kepada Rabb-nya adalah dengan memperbagus amalnya dan bersungguh sungguh dalam
melakukan ketaatan.
berkata : Sesungguhnya seorang beriman berbaik sangka kepada Rabb-nya sehingga
dia membaguskan amalannya. Seorang pendosa, dia berburuk sangka kepada Rabb-nya
sehingga diapun berbuat keburukan.
hamba akan senantiasa berbaik sangka kepada Allah Ta’ala dalam berbagai
keadaannya sehingga dia sungguh dalam melakukan ketaatan dan mendapat kebaikan
yang diharapkannya. Insya Allah ada
manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.276)





































