MANUSIA
bahkan mewajibkan umatnya untuk belajar ilmu syar’i dan juga ilmu ilmu lainnya
yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Rasulullah bersabda :
كُلِّ مُسْلِمٍ
(H.R Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah).
wajib diketahui oleh para penuntut ilmu bahwa belajar ilmu BUKANLAH SEKEDAR mencari ridha manusia. Agar dikatakan seorang
‘alim, agar popular, dikenal luas di seluruh negeri, dihargai, bahkan dihormati ditengah masyarakatnya. Sungguh tujuan
utama belajar ilmu adalah mencari ridha Allah Ta’ala.
shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda :
وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ
يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
menuntut ilmu yang seharusnya diharapkan dengannya wajah Allah ‘azza wa jalla,
tetapi ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan sedikit dari kenikmatan
dunia maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat. (H.R Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah,
lihat Shahih at Targhib)
berakal (sehat) seharusnya sangat bersemangat untuk mencari ridha Allah dengan
ilmunya meskipun terkadang membuat
manusia tidak ridha. Sebaliknya orang yang tercela dalam mencari ilmu
berupaya menggapai ridha manusia dengan
meskipun mendatangkan murka Allah Ta’ala.
firman-Nya :
شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ
هَوَاهُ
tinggikan (derajatnya) dengan ayat ayat itu tetapi dia cederung kepada dunia
dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. (Q.S al A’raf 176).
الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا
وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ
لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا
وَبَاطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
perhiasannya pasti Kami berikan (balasan)
atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia
tidak akan dirugikan. Itulah orang orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di
akhirat kecuali neraka. Dan sia sialah di sana apa yang telah mereka usahakan
(di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S Huud 15-16).
mengingatkan tentang kerugian besar bagi orang orang yang melakukan perbuatan baik, termasuk belajar
ilmu, tetapi ditujukan untuk kesenangan dunia dan m perhiasan dunia. Mereka akan menjadi orang yang pertama kali akan diadili dan
dilemparkan ke dalam neraka. Na’udzubillah min dzaalik.
berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama kali yang akan diputuskan (pengadilannya)
pada hari Kiamat adalah seorang laki laki yang mati syahid. Dia didatangkan, Allah menyebutkan nikmat nikmat-Nya
kepadanya dan dia mengakuinya.
bertanya : Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat nikmat-Ku itu ?. Dia
menjawab : Aku berperang untuk-Mu sehingga aku mati syahid. Allah berkata :
Engkau dusta. Tetapi engkau berperang agar dikatakan seorang pemberani dan
dahulu (di dunia) telah dikatakan. Lalu diperintahkan mengenai orang tersebut ,
kemudiaan dia diseret di atas wajahnya sehingga dilemparkan ke dalam neraka.
mengajarkannya. Dia membaca al Qur an. Dia didatangkan, Allah menyebutkan
nikmat nikmat-Nya kepadanya dan dia mengakuinya.
bertanya : Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat nikmat-Ku itu ?. Dia
menjawab : Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan aku membaca al Qur an
untuk-Mu. Allah berkata : Engkau dusta. Tetapi engkau mempelajari ilmu agar
dikatakan seorang yang ‘alim, engkau membaca al Qur an agar dikatakan seorang
qaari dan dahulu (di dunia) telah
dikatakan. Lalu diperintahkan mengenai orang tersebut kemudian dia diseret di
atas wajahnya sehingga dilemparkan ke dalam neraka.
laki laki yang Allah luaskan rizkinya dan Allah juga memberikan berbagai macam
harta benda. Dia didatangkan, Allah menyebutkan nikmat nikmat-Nya kepadanya dan
dia mengakuinya.
bertanya : Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat nikmat-Ku itu ?. Dia
menjawab : Aku tidak meninggalkan satu jalanpun yang Engkau menyukai infaq
padanya kecuali aku berinfaq padanya untuk-Mu. Allah berkata : Engkau dusta.
Tetapi engkau melakukannya agar dikatakan dermawan dan dahulu (di dunia) telah
dikatakan. Lalu diperintahkan mengenai orang tersebut kemudian dia diseret di
atas wajahnya sehingga dilemparkan ke dalam neraka. (H.R
Imam Muslim).
niatnya dalam mencari dan mengamalkan ilmunya YAITU UNTUK MENCARI RIDHA ALLAH
DAN BUKAN SEKEDAR MENCARI RIDHA MANUSIA.
A’lam. (1.268)








































