dan segala perhiasannya. Allah berfirman :
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap
apa yang diinginkan, berupa wanita wanita, anak anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan,
hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi
Allah-lah tempat kembali yang baik. (Q.S Ali Imran 14).
manusia dihiasi dengan perkara perkara (harta) tersebut hingga mereka
meliriknya dengan mata mereka dan mereka ilusikan manisnya dalam hati mereka.
Jiwa jiwa mereka terbuai dalam kenikmatannya. Pada hal itu semua hanyalah kenikmatan
yang sedikit yang akan lenyap dalam waktu sekejap. (Tafsir Taisir Karimir
Rahman).
lebih berharga daripada dunia yang fana. Allah berfirman : “Walal
aakhiratu khairul laka mina uula” Dan
sungguh yang kemudian itu lebih baik bagimu dari pada yang permulaan (Q.S ad
Duhaa 4).
umumnya juga mengetahui bahwa dunia itu sementara dan akhirat itu kekal. Namun
sebagian manusia hanya sampai pada perkara mengetahui saja tapi tak banyak yang
mereka lakukan untuk menjadi orang yang beruntung di akhirat kelak. Masih
banyak yang senang mengejar harta dunia. Bahkan diantara mereka ada yang lalai untuk mendekatkan diri kepada
Allah Ta’ala tersebab mengejar harta dunia.
berpesan kepada Ibnu Umar, melalui satu sabda beliau : “Jadilah engkau di
dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekedar lewat
(musafir). H.R Imam Bukhari.
dunia. Ketika memiliki harta mereka segera berbagi terutama dengan orang fakir
dan lemah. Perhatikanlah kisah dua orang sahabat ketika mendapat harta langsung
dibagikan yaitu sebagaimana diriwayatkan
dalam Kitab az Zuhud Imam Ahmad.
dinar dan memasukkannya ke dalam sebuah kantong. Lalu dia berkata kepada
pembantunya : Bawalah uang ini dan serahkan kepada Abu Ubaidah bin Jarrah dan
menetaplah beberapa saat di rumahnya agar engkau melihat apa yang akan
dilakukannya dengan uang ini.
Amirul Mukminin berkata kepadamu AGAR ENGKAU MENGGUNAKAN UANG INI UNTUK
KEPERLUANMU.
kepadanya dan merahmatinya. Kemudian Abu Ubaidah memanggil pembantunya dan
berkata : Serahkan 7 dinar ini kepada Fulan, 5 dinar kepada Fulan, 5 dinar pula
kepada Fulan …. Sehingga habis semuanya.
yang dilihatnya.
Jabbal. Dia berkata : Serahkan uang ini kepada Muadz bin Jabbal dan menetaplah
di rumahnya beberapa saat agar engkau tahu apa yag dia lakukan dengan uang ini.
berkata : Amirul Mukminin berkata kepadamu agar ENGKAU MENGGUNAKAN UANG INI
UNTUK KEPERLUANMU.
merahmatinya. Lalu Muadz berkata kepada
pembantunya : Pergilah ke rumah Fulan dan serahkanlah sekian, kerumah Fulan
serahkan sekian …
kami ini juga termasuk orang miskin. Maka berikan jugalah kepada kami. Setelah
dilihat, ternyata hanya bersisa dua dinar. Lalu Muadz mnyerahkan dua dinar itu
untuk istrinya.
dilihatnya. Umar merasa senang mendengar penjelasan pembantunya dan berkata :
Sesungguhnya di antara mereka tetap merupakan
saudara bagi sebagian yang lain.
tersebut jika diberikan kepada seseorang diantara manusia di zaman ini ?. Jalan
ceritanya tentu akan menjadi sangat berbeda, karena sangat banyak orang di
zaman ini yang tak suka berbagi.
(1.232).





































