JALAN YANG LURUS
yang harus diwaspadai agar manusia bisa
selamat dari api neraka. Allah berfirman : “Sungguh syaithan itu musuh bagimu,
maka perlakukanlah ia sebagai musuh karena sesungguhnya setan itu hanya
mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala nyala”.
(Q.S Faatir 6).
adalah agar permusuhan syaithan terhadap kalian (haruslah) menjadi perhatian. Janganlah kalian meremehkan
serangannya yang bisa terjadi setiap waktu. Dia bisa melihat kalian dan kalian
tidak bisa melihatnya dan dia selalu mengintai kalian. (Tafsir Taisir Karimir
Rahman).
bersumpah untuk menyesatkan manusia sehingga bisa menemani mereka di neraka
kelak. Allah berfirman : “(Iblis) menjawab : Karena Engkau telah menyesatkan
aku pasti aku akan selalu menghalangi mereka (manusia) dari jalan-Mu yang lurus”.
(Q.S al A’raaf 16).
ini adalah :
menghukumku tersesat”. Maknanya
adalah Engkau telah menjadikan aku tersesat. (Ibnu Abbas sebagaimana dinukil dalam
Aisar at Tafaasir).
Ibnu Katsir berkata : Jika diterjemahkan secara makna perkata, maka
terjemahannya adalah : Saya akan benar benar duduk untuk mereka di jalan-Mu
yang lurus. Maksud duduk di jalan tersebut adalah terus menerus berada di jalan
tersebut untuk menghalangi mereka. Dan ini adalah sumpah iblis untuk
menyesatkan manusia. Iblis benar benar akan menghalang halangi umat manusia
untuk menuju Allah Ta’ala yang lurus.
Jalan-Mu yang lurus adalah seluruh jalan menuju kebenaran dan dan keselamatan. (Tafsir Ibnu Katsir).
sebagian besar manusia memang tersesat diataranya adalah karena perbuatan
syaithan yang menggelincirkannya dari jalan yang lurus. Perhatikanlah
peringatan Allah Ta’ala dalam firman-nya berikut ini : “Dan sungguh, ia
(syaithan itu) telah menyesatkan sebagian besar diantara kamu. Maka apakah kamu
tidak mengerti ?”. (Q.S Yaasin 62).
bahwa : “Syaithan dengan berbagai cara mengajak manusia kepada keburukan. Dan
sedikit yang bisa selamat dari musuh yang bernama syaithan ini, kecuali orang
orang mukmin yang ikhlas.”
itu) benar benar menghalang halangi mereka dari jalan yang benar sedangkan
mereka menyangka bahwa mereka telah mendapat petunjuk”. (Q.S az Zukhruf
37).
peringatan Rasulullah tentang bahaya besar perbuatan syaithan untuk menghalangi
manusia dari jalan yang lurus, jalan kebaikan. Beliau bersabda : Dari Sabrah
bin Abi Faakih dia berkata bahwa Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya syaithan duduk untuk menghalang halangi seorang anak Adam
dari berbagai jalan. Syaithan duduk menghalangi jalan untuk masuk Islam.
Syaithan berkata, (Apakah) kamu masuk ke
dalam Islam dan kamu tinggalkan agamamu. Agama bapak bapakmu dan agama nenek
moyangmu ?.
syaithan pun menghalangi jalan untuk berhijrah dan dia berkata : (Apakah) kamu
akan berhijrah dan kamu meninggalkan bumi dan langitmu ?. Sesungguhnya perumpamaan orang berhijrah
adalah seperti kuda yang diikat dengan tali. (maknanya hijrah itu
sangatlah berat, pen.). Kemudian anak
Adam tersebut tidak mentaatinya dan terus berhijrah.
menghalangi jalan untuk berjihad. Syaithan berkata : (Apakah) kamu akan
berjihad ?. Jihad itu adalah perjuangan dengan jiwa dan harta. Engkau berperang
dan nanti kamu terbunuh dan istrimu akan dinikahi (orang lain) dan hartamu akan
dibagi bagi. Kemudian anak Adam tersebut tidak mentaatinya dan terus berjihad.
yang melakukan hal tersebut maka Allah berkewajiban untuk memasukkannya ke
surga … (H.R an Nasa’i, disahihkan oleh Syaikh al Albani).
itu berusaha menghalangi atau menyesatkan manusia dari jalan yang lurus,
ternyata syaithan juga mengajak teman temannya untuk membantu. Allah Ta’ala
berfirman : “Dan teman teman mereka
(yaitu orang kafir dan orang fasik) membantu syaithan syaithan dalam
menyesatkan dan mereka tak henti hentinya (untuk menyesatkan). (Q.S al
A’raf 202)
kemampuannya menyesatkan orang beriman.
syaithan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal
kepada Rabb-nya). Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya
pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (Q.S an Nahal 99-100).
daya syaithan itu amatlah lemah. Allah berfirman : “Inna kaidasy syaithaani kaana dha’iifa”. Sesungguhnya tipu daya
syaithan itu lemah.(Q.S an Nisa’ 76).
telah banyak dan berbagai macam, namun semuanya itu sangatlah lemah yang sama
sekali tidak akan mengalahkan sekecil apapun kebenaran dan tidak pula terhadap
siasat Allah bagi hamba hamba-Nya yang beriman. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)
cara memperkokoh iman, selalu beramal shalih dan selalu memohon perlindungan
kepada Allah. Sungguh Allah Ta’ala berfirman : “Dan jika syaithan datang
menggodamu maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh Dia Maha Mendengar, Maha
Mengetahui. Sesungguhnya orang yang bertakwa apabila mereka dbayangi pikiran
jahat (berbuat dosa) dari syaithan mereka pun segera ingat kepada Allah maka
ketika itu juga mereka melihat (kesalahan kesalahannya). (Q.S al A’raf 200-201).
(1.230)






































