BERLANDASKAN IMAN
diri, keluarga dan hartanya. Nah, ketika berbicara tentang kebaikan, sebagian
orang beranggapan bahwa kebaikan itu ada pada banyak harta dan adanya anak.
harta dan anak itu bisa jadi ujian bahkan bisa melalaikan seseorang dari
mengingat Allah Ta’ala. Allah
mengingatkan dalam firman-Nya :
“Wahai orang orang yang beriman !. Janganlah harta bendamu dan anak
anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian
maka mereka itulah
orang orang yang rugi”
Sa’di berkata : Allah Ta’ala memerintahkan hamba hamba-Nya yang beriman agar
banyak banyak mengingat-Nya karena di dalam dzikir itu terdapat keberuntungan
dan kebaikan yang banyak. Allah melarang hamba hamba-Nya yang beriman agar
tidak dipersibuk oleh harta dan anak sehingga lalai untuk mengingat Allah
Ta’ala karena kebanyakan jiwa manusia itu terbentuk untuk mencintai harta dan
anak sehingga lebih dikedepankan daripada mengingat Allah Ta’ala yang akhirnya
menimbulkan kerugian besar. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Ali bin Abi Thalib, yakni : (1) Bukanlah kebaikan itu dengan bertambahnya harta
dan anakmu. Tetapi kebaikan itu adalah semakin
banyak amalmu dan bertambah kelembutanmu. (2) Engkau tidak membanggakan
amalmu untuk Allah Ta’ala dihadapan manusia. (3) Jika engkau berbuat baik
engkau memuji Allah Ta’ala, sedangkan (4) Jika engkau berbuat keburukan engkau
minta ampun kepada Allah Ta’ala. (Lihat al Hilyah).
amal shalih. Sungguh amal shalih yang dilandasi iman akan menjadi bekal
paling utama untuk mendapatkan keberuntungan yaitu memperoleh surganya Allah
Ta’ala sebagaimana firman-Nya : “Wa basysyiril ladziina aamanuu wa ‘amilush
shalihaati anna lahum jannatin tajrii min tahtihal anhaar” . Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang
orang yang beriman dan beramal shalih bahwa untuk mereka (disediakan) surga
surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai.
(Q.S al Baqarah
25).
mengerjakan amal shalih kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir
di bawahnya sungai sungai, mereka kekal di dalamnya selama lamanya”. (Q.S an Nisa’ 57)
shalihaati wa akhbatuu ilaa rabbihim. Ulaa-ika ash-haabul jannati hum fiihaa
khaaliduun”. Sesungguhnya orang orang yang beriman dan beramal shalih dan
merendahkan diri kepada Allah, mereka itu penghuni surga, mereka kekal
didalamnya. (Q.S Huud 23).
shalih yang dilandasi iman karena itulah hakikat kebaikan yang akan
mendatangkan keselamatan di dunia dan di akhirat kelak. Insya Allah ada
manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.212)




































