adalah : Orang-orang
Syi’ah berkeyakinan bahwa imam mereka yang 12 adalah maksum yaitu terjaga dari segala dosa. Penjelasan tentang maksumnya imam Syi’ah
dijelaskan oleh Ulama ulama Syi’ah dalam kitab yang mereka tulis.
: Ketahuilah, bahwa (Syi’ah, pen.) Imamiah telah bersepakat atas kemaksuman
para Imam dari dosa kecil
ataupun besar. Mereka tidak pernah jatuh kedalam dosa sama sekali. Sengaja atau
tidak, lupa atau tersalah dalam mentakwil. Tidak pula karena dilupakan oleh
Allah (al Majlisi, Kitab Biharul Anwar).
berkata : Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib dan anak-anaknya adalah maksum. Merekalah Ulil Amri
(pemimpin) itu. Mereka tidaklah menyelisihi firman Allah. (Kitab Kasyful Asrar,
Imam Khomeini).
berkata : Seorang imam (imam Syi’ah) harus memiliki keahlian dan sifat sifat
yang dimiliki oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam, seperti kemaksuman
dan ilmu yang luas. (Buku Mengenal Syi’ah).
bagaimana orang orang Syi’ah menyatakan bahwa para imam mereka maksum. Sungguh
ini adalah kebathilan yang nyata karena maksum hanyalah sifat para Nabi. Semua
Nabi memang terjaga dari kesalahan dalam menyampaikan agama. Para Nabi juga
terjaga dari dosa dosa besar.Adapun dosa dosa kecil, atau lupa atau keliru maka
Nabi terkadang mengalaminya. Dan jika mereka berbuat kesalahan maka Allah
Ta’ala segera meluruskannya.
Daimah yaitu Lembaga Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa, Kerajaan Saudi
Arabia menyatakan : Para Nabi dan Rasul terkadang berbuat kesalahan tetapi
Allah Ta’ala tidak membiarkan mereka dalam kesalahan mereka, karena kasih
sayang (Nya) kepada mereka dan umatnya. Allah memaafkan ketergelinciran mereka serta menerima taubat mereka karena
karunia dan rahmat dari-Nya dan Allah Maha Pengampun dan Maha Pengasih. (Fatwa
no. 6290).
aneh, kaum Syi’ah meyakini bahwa imam imam mereka adalah maksum padahal
sebagian imam itu mengatakan bahwa mereka tidaklah lepas dari kesalahan,
diantaranya :
imam Syi’ah yang pertama berkata : Janganlah kamu berdiam dari mengatakan
kebenaran dan dari memberikan pendapat demi keadilan. Sesungguhnya aku tidak
merasa bahwa aku tidak pernah salah dan perbuatanku tidaklah lepas dari
kesalahan. (Nahjul Balaghah).
enam Syi’ah berkata : Sesungguhnya kami melakukan dosa dan kesalahan kemudian
kami bertaubat kepada Allah dengan sebenar benarnya (Bihaarul Anwar, Kitab
Syi’ah).
ke tujuh Syi’ah berkata : Rabii aku telah bermaksiat kepada-Mu dengan lisanku,
jika Engkau menghendari niscaya Engkau bisukan aku. Rabbi aku telah bermaksiat
kepada-Mu dengan mataku, jika Engkau menghendaki niscaya Engkau butakan aku.
Rabbi aku telah bermaksiat dengan pendengaranku jika Engkau menghendaki niscaya
Engkau tulikan aku. (Bihaarul Anwar, Kitab Syi’ah).
meyakini bahwa imam imam mereka adalah maksum. Tetapi imam imam itu sendiri
mengatakan bahwa mereka memiliki dosa dan kesalahan. Lalu dimana mereka akan
menyembunyikan keyakinan mereka yang bathil ini.
kita gunakan akal sehat, apakah mungkin Khalifah Ali bin Abi Thalib, seorang
yang sangat ‘alim, taat dalam beribadah dan tawadhu’ mau mengakui bahwa dia
adalah maksum, terbebas dari kesalahan dan dosa ?.




































