BUKAN TOKOH FIKTIF
Azwir B. Chaniago
sepak terjangnya Ibnu Saba’ yang sudah
demikian rupa untuk kepentingan Syi’ah, bahkan sebagai pencetus Syi’ah, ternyata sebagian orang Syi’ah mengingkari eksistensinya. Mereka ada
yang mengatakan bahwa Ibnu Saba’adalah tokoh fiktif. Tujuannya adalah supaya tidak terbongkar busuknya keyakinan mereka dan
berusaha agar manusia melupakan peran Yahudi dalam melahirkan firqah Syi’ah.
memberikan pendapat bahwa Ibnu Saba’ adalah tokoh fiktif. Diantaranya adalah Dr. Thaha Husein (w. 1973). Dia adalah orang Mesir dikenal
sebagai sastrawan, pemikir dan pembaharu yang sekuler. Thaha berkesimpulan
bahwa sebenarnya tokoh yang bernama Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif yang
tidak pernah ada dalam sejarah Islam. (Ensklopedi Islam 5/10).
tentang eksistensi Ibnu Saba’ ini sebenarnya tidak bermanfaat karena sangatlah banyak
informasi yang menjelaskan keberadaannya.
Ibnu Saba’ disebut oleh banyak petinggi Syi’ah dalam kitab-kitab yang mereka tulis. Ulama
Syi’ah Al Qummi dalam al Muqallad wal Firaq
mengaku dan menetapkan adanya Ibnu Saba’. Juga menganggapnya sebagai orang yang
pertama kali menobatkan keimaman kepada Ali bin Abi Thalib serta akan munculnya kembali ke dunia, sebelum Kiamat.
Dan juga orang yang pertama kali mencela Abu Bakar dan Umar bin Khaththab dan
banyak sahabat Nabi. Annurbakhti dalam Kitab Firaqusy Syi’ah juga menjelaskan
tentang keberadaan Ibnu Saba’. Petinggi Syi’ah yang lain adalah Said al Hasyimi
juga menjelaskan tentang eksistensi Ibnu Saba’ dalam Kitab Abdullah bin Saba’
Haqiqah wa Khayalah.
kepada Ibnu Saba’ yaitu sekte Saba’iah. Ini termasuk sekte yang paling ghuluw (sangat
berlebihan) dalam memposisikan Ali bin Abi Thalib.
Sampai-sampai mereka meyakini Ali adalah jelmaan tuhan. Sungguh kata mereka Ali
masih hidup. Yang terbunuh ditangan Abdurrahman bin Muljam di Kuffah itu
sesungguhnya bukan Ali bin Abi Thalib melainkan seorang yang diserupakan Tuhan
dengan Ali. Ali telah naik ke langit dan disanalah tempatnya. Petir adalah
suaranya dan kilat adalah senyumnya. Sungguh ini adalah keyakinan aneh dan
sesat.
dan kemiripan Syi’ah dengan Yahudi sangatlah banyak dan mendasar. Ini adalah
salah satu indikasi bahwa pelopor pertama Syi’ah
adalah Abdullah bin Saba’ seorang pendeta Yahudi yang pura-pura masuk Islam.
Dalam usaha mengacaukan aqidah Islam dia memasukkan banyak keyakinan Yahudi dan
ini diadopsi oleh kelompok Syi’ah.
Apa dan
bagaimana kemiripan Syi’ah dengan Yahudi, diantaranya adalah :
Ali dan keturunannya.
ruhban mereka. Syi’ah mengkultuskan para Imam mereka
Baghdadi berkata : As Sabaiyah adalah pengikut Abdulah bin yang berlebihan
dalam mengagungkan Ali bin Abi Thalib sehingga mendakwakannya sebagai seorang
Nabi sampai pengakuan sebagai Tuhan.
Imam al Baghdadi berkata bahwa : Seorang
peranakan hitam (maksudnya adalah Ibnu Saba’) sebenarnya ia seorang Yahudi dari
penduduk Hirah, berupaya menampakkan keislamannya. Dengan demikian dia bisa
menempati suatu kedudukan dan kepemimpinan pada penduduk Kuffah. Oleh karena
itu ia menyatakan kepada penduduk Kuffah bahwa ia mendapatkan dalam kitab
Taurat bahwa setiap Nabi memiliki washi (orang yang diwasiati untuk menjadi
Khalifah atau Imam). Dan Ali adalah orang yang mendapatkan wasiat langsung dari
Nabi.
asy Syakrastani menyebutkan tentang Abdullah bin Saba’ bahwa : Dia adalah orang
yang pertama kali memunculkan pernyataan keimaman Ali bin Abi Thalib, dengan
adanya wasiat tentang keimaman itu.
dijelaskan oleh Imam asy Syakrastani tentang Saba’iyah (pengikut Ibnu Saba’)
bahwa ia adalah sekte pertama yang mengatakan hilangnya imam mereka dan akan
muncul kembali dikemudian hari. (Ushul I’tikad Ahlus Sunnah wal Jama’ah).
sangatlah jelas bahwa Abdullah bin Saba’ adalah benar dan diakui keberadaannya sebagai
pencetus Syi’ah. Bukan tokoh
fiktif.






































