B. Chaniago
keselamatan bagi dirinya. Bahkan orang beriman menginginkan keselamatan bukan
hanya di dunia tapi yang lebih penting lagi adalah keselamatan di akhirat. Oleh sebab itu seorang beriman selalu berdoa
untuk mendapatkan keselamatan itu.
oleh yang orang orang beriman adalah : “Rabbanaa
aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil
aakhirati hasanatan waqiinaa ‘adzaban
naar”. Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan
di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari adzab neraka. (Q.S
al Baqarah 201).
meminta keselamatan dan kebaikan tentulah baik bahkan sangat dianjurkan. Tapi
usaha untuk mendapatkan keselamatan itu juga sangat diperlukan yaitu dengan
cara beriman dan mengikuti Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam. Ini adalah
sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala yakni :
orang orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti
cahaya yang terang benderang yang diturunkan kepadanya (al Qur-an), mereka
itulah orang orang beruntung.” (Q.S al A’raf 157).
la’allakum tahtaduun”. Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk (Q.S al
A’raf 158)
(Muhammad). Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan
mencintaimu dan mengampuni dosa dosamu. Allah Maha Pengampun dan Maha
Penyayang”. (Q.S Ali Imran 31)
man abaa.” Semua umatku masuk surga.
Kecuali yang enggan. (H.R Imam Bukhari).
surga. Ketahuilah bahwa bukan kita saja yang heran. Para sahabat dulu sempat
juga heran. Kok ada yang enggan masuk surga ?. Lalu sahabat bertanya (lanjutan
hadits diatas) : Wahai Rasululullah : Siapa yang enggan. Beliau menjawab :
“Barangsiapa yang mentaatiku maka dia pasti masuk surga, dan barang
siapa yang durhaka kepadaku maka sungguh dia telah enggan (masuk
surga).
mentaati Rasulullah karena beliau adalah uswah yang paling baik. Beliau wajib
kita ikuti dalam hal aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah. Inilah kunci
mendapatkan keselamatan.
menyelisihi dan tidak taat kepada Raulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam, karena :
yang tidak ada petunjuk kami maka amalan itu tertolak. (H.R Imam Muslim).
dan adzab yang pedih.
amrihii an tushiibahum fitnatun au yushiibahum ‘adzaabun aliim” Maka hendaklah orang orang yang
menyelisihi perintahnya (Rasul), takut akan ditimpa fitnah atau azab yang pedih.
(Q.S an Nuur 63).
(868)





































