
Tapi masyarakat tampaknya mulai bosan mendekam di rumah, atau mungkin lama kelamaan rasa takut terpapar virus sudah mulai berkurang dan menjadi tidak peduli, atau mungkin karena kasus penderita yang mencapai 16 ribu orang dianggap belum tinggi dibandingkan dengan kasus di negara lain yang berpenduduk banyak seperti kita, misal seperti US atau India. Kondisi orang semakin tidak peduli dan makin banyak yang diluar rumah saat masa PSBB ini justru lebih menyeramkan dibandingkan saat awal-awal virus mulai melanda. Karena mereka yang carrier (terkena virus tetapi tidak menunjukkan gejala) pastinya jauh lebih banyak, sementara aktifitas sehari-hari mulai kembali normal, at least itu yang saya lihat di Jakarta. Artinya potensi penularan dan virus menyebar akan semakin tinggi. Saya berharap tidak terjadi ledakan gelombang virus susulan yang lebih tinggi dari kasus sekarang. Semoga. Terus terang ngeri juga jika PSBB berakhir dan harus kembali kekantor setiap hari dengan kondisi virus tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Klik untuk baca selanjutnya…





































