Azwir B. Chaniago
tergesa gesa, terburu buru adalah sesuatu yang kurang baik bahkan bisa jadi
tercela. Bahkan sering kita mendengar nasehat untuk tidak terburu buru dalam melakukan
berbagai hal. Sebuah pepatah lama menyebutkan : Biar lambat asal selamat.
dalam perkara perkara beramal untuk akhirat. Bahkan untuk urusan akhirat kita
disuruh bersegera. Kenapa demikian ?. Ketahuilah bahwa kita tidak tahu kapan
ajal akan menjemput. Apalagi bagi orang orang yang sudah berusia lanjut. Saat
kematiannya ada dua : (1) Sudah dekat atau (2) Sudah sangat dekat. Sementara
itu dosa kita mungkin masih banyak yang
belum diampuni Allah Ta’ala sedangkan
amal shalih kita masih sangat sedikit.
rabbikum wa jannatin ‘ardhuhaa samaawaatu wal ardhu u’iddat lil muttaqiin” ” Dan
bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabbmu dan mendapatkan surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang yang bertakwa. (Q.S Ali Imran 133).
tergesa gesa, pen.) dalam semua urusan itu baik KECUALI UNTUK URUSAN AKHIRAT.
(Kitab az Zuhud, Imam Ahmad).
sedang berada di pagi hari maka janganlah kamu bicarakan tentang dirimu disore
hari (nanti). Jika dirimu sedang berada di sore hari jangan membicarakan dirimu
di pagi hari (kelak).
agar kita tidak menyia
lalai dalam berbuat kebaikan. Beliau
berkata : Jauhkan dirimu dari “taswif” yaitu berkata “nanti
sajalah”.
: Ada beberapa perbuatan baik untuk
urusan akhirat yang perlu sekali untuk disegerakan, diantaranya adalah : (1)
Muhasabah atau introspeksi diri. (2) Memohon ampun dan bertaubat. (3) Membayar hutang
jika sudah mampu, apakah waktunya sudah sampai atau belum. (4) Mengurus jenazah
dan juga kebaikan kebaikan lainnya.
waktu untuk beribadah dan memperbanyak pintu pintu kebaikan maka jangan
melambankan diri, bersegeralah. Bahkan Allah Ta’ala
menyuruh kita untuk berlomba dalam urusan akhirat yaitu dalam melakukan
kebaikan sebagaimana firman-Nya : “Fastabiqul
khairaat”. Maka berlomba lombalah (dalam berbuat) kebaikan. (Q.S al Baqarah
148).
akhirat, apalagi tertipu dengan urusan dunia pastilah akan berujung pada
penyesalan yang berkepanjangan.
(864)







































