Azwir B. Chaniago
Mereka butuh bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain. Syariat Islam
mengajarkan orang orang yang beriman agar bergaul dengan akhlak yang mulia.
bahwa akhlak merupakan salah satu tujuan di utusnya Rasulullah yaitu untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia. Rasulullah bersabda : Innamaa bu’istu li utammima shalihal akhlaq. Sesungguhnya aku
hanya di utus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (H.R Imam Bukhari dalam
Adabul Mufrad, Imam Ahmad dalam Musnadnya dan al Hakim dalam Mustadrak).
yang banyak tentang akhlak mulia. Akhlak beliau sangatlah terpuji. Bahkan Allah
Ta’ala yang memuji. Allah berfirman : “Wa
innaka la’alaa khuluqin ‘azhiim”. Sesungguhnya engkau
(Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (Q.S al Qalam 4).
Madaarijus Saalikin, menjelaskan kepada kita tentang makna akhlak kepada
manusia, yaitu mencakup tiga hal : (1) Berbuat baik kepada orang lain. (2) Menghindari sesuatu yang menyakiti
atau yang tidak disukai orang lain. (3) Menahan diri jika disakiti atau diperlakukan tidak
baik oleh orang lain.
akhlak mulia, diantaranya adalah :
Rasulullah adalah dengan mengikuti dan mengamalkan sunnah beliau. Dan diantara
sunnah Rasulullah adalah berakhlak yang baik. Beliau bersabda : “Wa khaliqin naasa bi khuluqin hasan”. Dan
pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. (H.R Imam Ahmad dan at Tirmidzi,
dihasankan oleh Syaikh al Albani).
berusaha dengan berbagai cara. Ternyata Rasulullah telah mengajarkan salah satu
cara yang sangat baik untuk mendapatkan derajat yang tinggi. Ini sangat
bermanfaat bagi diri seseorang dan juga bagi orang lain yaitu berakhlak yang
baik.
mu’mina la yudriku bi husni khuluqihi darajatash shaa-imil qaaim”. Sungguh
seorang mukmin dapat meraih derajatnya orang orang yang shalat dan berpuasa
dengan akhlak yang baik. (H.R Abu Dawud, Ibnu Hibban dan al hakim, dishahihkan
oleh Syaikh al Albani).
jalan bagi hamba hamba-Nya untuk menuju surga. Diantaranya adalah sebagaimana
dijelaskan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam : Rasulullah pernah ditanya
tentang amalan yang banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab : “Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia”.
(H.R Imam Ahmad, at Tirmidzi, Ibnu
Majah, al Hakim dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
Kiamat
dengan Rasulullah nanti di hari Kiamat yaitu berada ditempat yang paling baik.
Rasulullah mengajarkan banyak jalan untuk itu, diataranya adalah sabda beliau :
“Inna min ahabbakum ilaiya wa aqrabikum
minnii majlisan yaumal qiyaamati ahaasinakum akhlaqan”. Sesungguhnya orang yang paling cinta kepadaku
dan orang yang paling dekat kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak adalah
orang orang yang paling baik akhlaknya. (H.R at Tirmidzi, dihasankan oleh
Syaikh al Albani).
Allah Ta’ala. Ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Usamah bin Syarik,
dia nerkata : Suatu ketika kami sedang duduk duduk di sisi Nabi Salallahu
‘alaihi Wasallam, seolah olah di atas kepala kami ada seekor burung hingga tak
seorang pun berani bicara. Tiba tiba datang sekelompok orang bertanya kepada
Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam : Siapkah hamba Allah yang paling dicintai
oleh-Nya ?. Rasulullah menjawab : “Orang
yang paling baik akhlaknya”. (H.R Imam ath Thabrari dalam al Kabir).
timbangan kebaikan seorang hamba di akhirat kelak yaitu sebagaimana sabda
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam : Dari Abu Darda’ bahwasanya Nabi
Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
“Tidak ada yang lebih berat pada timbangan seorang hamba pada hari kiamat
daripada akhlak mulia”. (H.R Imam Ahmad, at Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu
Hibban, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
sekali keutamaan yang akan diperoleh seorang hamba yang selalu melazimkan
dirinya berakhlak yang mulia dalam bergaul dengan
manusia.







































