sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah
: “Kebaikan adalah berakhlak
yang baik. Dan dosa adalah sesuatu yang terasa
meragukan dalam hatimu, dan engkau benci jika orang lain mengetahui hal
itu.” (H.R Imam Muslim).
engkau tidak
suka jika orang lain mengetahuinya maka
itulah dosa sebagaimana yang dimaksud pada hadits diatas. Tapi ketahuilah bahwa
ini hanya berlaku bagi orang orang yang hatinya masih sehat.
kemaksiatan atau dosa apapun yang
dilakukannya maka dia tidak akan pernah merasa malu jika diketahui orang lain.
Bahkan ada pula sebagian orang yang
mungkin hatinya telah mati malah mereka merasa bangga dengan dosanya. Andaikata
ada yang belum tahu tentang kemaksiatan atau dosa yang telah dilakukannya maka
tanpa diminta dia akan menceritakan dengan penuh semangat bahkan diceritakan
dengan berlebihan atau ditambah tambah bumbunya. Na’udzubillahi min dzaalik.
para sahabat, Tabi’in dan para Imam telah menunjukkan bahwasanya dosa itu ada
dua macam yaitu dosa besar dan dosa kecil. (Imam Ibnul Qayyim).
antara dosa dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus
kesalahan kesalahanmu (dosa dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat
yang mulia (surga)” Q.S an Nisa’
31.
dan menjaga diri dari melakukan dosa besar. Kita akan berusaha menjauh dari
minum khamar, berzina, mencuri apalagi melakukan kesyirikan. Tetapi sadar atau
tidak kita terkadang melakukan dosa dosa kecil. Misalnya tidak mau menjawab
salam, tidak mau bermuka cerah kepada orang orang dan yang lainnya.
besar. Bukankah gunung yang besar berasal dari butiran pasir dan tanah. Orang
bijak berkata : Tidak dinamakan dosa kecil bila berulang ulang dikerjakannya
dan tidaklah dinamakan dosa besar jika dia beristighfar atas perbuatannya.
besar : (1) Dosa kecil yang dilakukan terus menerus. (2) Dosa kecil yang
dianggap remeh. (3) Dosa kecil yang dilakukan dengan senang hati. (4) Dosa
kecil yang diceritakan kepada orang lain. (5) Dosa kecil yang dilakukan oleh
orang berilmu yang jadi panutan. (Mukhtashar Minhajul Qashidin).
amal seseorang dan akan menjadi
penyesalan pada hari akhirat kelak. Allah berfirman : “Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan
melihat orang orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di
dalamnya, dan mereka berkata : Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak
meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat
semuanya”. (Q.S al Kahfi 49).
terhadap dosa karena akan membinasakan pelakunya. Rasulullah bersabda : “Janganlah kamu memandang rendah suatu dosa,
karena orang yang meremehkan dosa dia seperti kaum yang turun ditengah lembah
lalu dia datang membawa potongan kayu, lalu datang lagi membawa potongan kayu sehingga mereka membawanya untuk memasak roti mereka,
karena kapan saja orang yang meremehkan dosa pasti akan membinasakannya” .(H.R
Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
bercerita kepadanya, dahulu pernah ada seseorang yang makan di sisi Rasulullah
dengan menggunakan tangan kirinya. Lalu Rasulullah berkata : “Makanlah dengan tangan kananmu”.
Rasulullah berkata : “Tidak, kamu pasti
bisa”. Yang menghalangi orang itu hanyalah kesombongan. Oleh karena itu ia
tidak dapat mengangkat makanan itu ke mulutnya. (H.R Imam Muslim)
yang juga akan membinasakan kita.
(790)






































