Rasulullah telah bersabda : “Min husni islamil mar’i tarkuhu ma
laya’niih” Paling baiknya Islam seseorang (ialah) meninggalkan perkara yang
tidak bermanfaat baginya. (H.R Ibnu Majah, dalam
Shahihul Jami’).
ini, salah satu tanda bagusnya keislaman seseorang adalah
meninggalkan apapun yang tidak perlu baginya baik itu berupa perkataan dan
perbuatan. Ia hanya akan berkata dan berbuat apa yang perlu baginya.
Keperluan yang dimaksud adalah perkara yang ia butuhkan sehingga ia mencari dan
mengharapkannya.
sangat memuji orang diam yang ingin meninggalkan keburukan dan perkara yang
tidak perlu baginya. Mereka selalu membina dan memperjuangkan diri untuk diam
dari hal-hal yang tidak perlu bagi mereka. (Jami’ul Ulum wal Hikam).
Allah dari hamba-Nya adalah Allah menjadikan orang tersebut sibuk dengan
perkara-perkara yang tidak perlu baginya. Hal itu sebagai bentuk penghinaan
terhadapnya
yajuuzu dzalik. Umur ummatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun dan
sangat sedikit di antara mereka yang melebihi itu (H.R Ibnu Hibban)
untuk ketaatan kepada Allah. Jangan disia siakan sedikitpun. Ketahuilah betapa
amal ibadah yang disyariatkan belum kita amalkan. Berapa banyak ayat al Qur an
yang belum sempat kita pelajari dan kita amalkan. Berapa banyak pula hadits
Nabi yang belum kita ketahui. Berapa banyak adab adab Islam yang belum kita
amalkan. Lalu dengan keadaan yang demikian masihkah kita akan menghabiskan umur
ini untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Lalu apa bekal kita untuk kembali ke kampung
halaman kita yang asli yaitu surganya Allah.
esok yaitu hari akhir yang pasti datang dalam firman-Nya : “Yaa aiyuhal
ladzina aamanut taqullaha wal tandzur nafsun maa qaddamat lighad, wattaqullaha,
innalallaha khabiirun bimaa ta’maluun” Wahai orang orang yang beriman.
Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang
telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya
Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Hasyr 18).
tertipu dengan umur yang masih ada ini.
Sungguh kita tidak tahu kapan Allah akan memanggil dan mewafatkan kita. Jaga
dan manfaatkan luang terutama untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.
Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda : “Nikmataani maghbunun fihima kasyirum minannasish
shihatu wal faragh” Dua kenikmatan
yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang (H.R. Imam Bukhari).
penyebab yang menghabiskan umur untuk yang tidak bermanfaat adalah ketika
berteman dengan orang yang biasa menyia-nyiakan waktunya. Dia merasa seolah
olah tidak akan mati. Akan hidup terus dan tidak perlu ada pertangungan jawab
apapun disisi Allah. Ta’ala.
dengan orang orang shalih yang istiqamah dengan keshalihannya. Teman yang shalih akan
mengingatkan kita jika pada satu waktu kita lalai atau malas beribadah. . Sungguh Rasulullah telah mengingatkan untuk
memilih teman.
‘ala diini khalilihi fal yanzhur ahadukum man yukhaalil” Seseorang akan
mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya perhatikanlah siapa yang
akan menjadi teman karibnya (H.R Imam at Tirmidzi, Abu Dawud dan Imam Ahmad).
Radhiyallahu ‘anhu : Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar
setelah keislaman, selain sahabat yang shalih. Maka apabila kalian mendapati
teman yang shalih, peganglah ia erat-erat.
diberikan Allah dipergunakan. Apakah untuk ketaatan ataukah untuk selainnya. Rasulullah
bersabda : “Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari Kiamat
hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan,
tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan,
tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia habiskan dan tentang
tubuhnya untuk apa ia gunakan” (H.R
Imam at Tirmidzi).
(730)




































![Ebook Ringkasan Fikih Kurban [PDF]](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/ringkasan2520fikih2520kurban.jpg?fit=448%2C638&ssl=1)

