selalu berada di hatinya. Berbagai cara dilakukan manusia untuk mendapatkannya.
Bahkan ada yang mengorbankan banyak harta yang katanya untuk mendapatkan
ketenteraman hati, tetapi terkadang
melakukan cara cara yang berseberangan dengan tuntunan syar’i.
paling sempurna untuk mendapatkan ketenangan hati yaitu dengan senantiasa berdzikir kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman : “Aladzina
aamanuu wa tathma-innu quluu buhum bi dzikrillahi, alaa bidzikrillahi tathma-innul
quluub” (Yaitu) orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan mengingat Allah, Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi
tenteram. (Q.S ar Ra’du 28).
adalah hilangnya segala sesuatu
(yang berkaitan dengan) kegelisahan, dan kegundah-gulanaan dari dalam hati. Dan
dzikir tersebut akan menggantikannya dengan rasa keharmonisan (ketenteraman),
kebahagiaan dan kelapangan. Dan maksud firman-Nya : alaa bi dzikrillahi
tathma-innul quluub” adalah sudah nyata dan sudah sepantasnya hati (manusia)
tidak akan pernah merasakan ketenteraman, kecuali dengan dzikir (mengingat)
Allah. (Kitab Tafsir Taisir Karimir Rahman).
kepada Allah karena yang demikian merupakan obatnya hati.
Jauhilah menyebut aib manusia karena hal itu merupakan penyakit hati.
bahwa berdzikir harus dilakukan pada setiap keadaan yaitu berdiri, duduk dan
berbaring jadi terus menerus. Bahkan Allah menjadikan berdzikir sebagai salah
satu tanda orang yang berakal.
berdzikir pada setiap waktu dan keadaan. Allah berfirman : “Yaa aiyuhal ladziina aamanudzkurullaha
dzikran katsiiraa. Wa shabbihu-hu bukratan wa-ashiilaa”. Wahai orang orang
yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak
banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Q.S al Ahzaab
41-42)
yadzkuruunallaha qiyaaman wa qu-‘uudan
wa ‘ala junubihim wa yatafakkaruuna fii khalqis samaawaati wal ardhi”
(Orang yang berakal yaitu) orang orang yang mengingat Allah sambil berdiri,
duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumi. (Q.S Ali Imran 191).
sesungguhnya tidak ada penawar bagi orang yang hatinya gersang dan selalu
gelisah, resah dan gundah melainkan hanya dengan dzikrullah.
diberi kekuatan untuk selalu berdzikir
kepada-Nya. Dan diantara doa yang diajarkan Rasulullah adalah : “Allahumma
a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni
‘ibadatika” Ya Allah aku mohon pertolongan agar aku selalu berdzikir kepada Engkau, agar aku selalu bersyukur kepada Engkau dan agar aku
beribadah kepada Engkau dengan baik. (H.R Imam Ahmad dan Abu Dawud).
(626)







































