Azwir B. Chaniago
tahun 187 H. Beliau adalah termasuk
dalam kelompok Tabi’ Tabi’in senior. Beliau se zaman dengan Imam Malik bin Anas,
Sufyan bin Uyainah dan Abdullah bin Mubarak. Beliau adalah seorang yang berilmu,
zuhud, ahli ibadah dan sangat takutnya kepada Allah Ta’ala.
Jami’ul Ulum wal Hikam menceritakan bahwa pada suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertanya kepada seorang laki laki : Berapa usiamu ? Orang itu menjawab : 60 tahun.
menuju Rabb-mu dan saat ini engkau hampir sampai kepada-Nya.
lillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan
sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).
: Tahukah engkau tafsir dari apa yang engkau ucapkan itu ?. Laki laki itu
berkata : Tafsirkanlah ucapan itu untukku, wahai Abu Ali (kun-yah Fudhail).
dan akan kembali kepada-Nya maka
hendaklah ia mengetahui bahwa kelak ia akan disuruh berdiri dihadapan Rabb-nya.
dihadapan Rabb-nya maka hendaklah dia
mengetahui bahwa dia pasti akan ditanya.
hendaklah ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan itu.
Lalu bagaimana jalan keluarnya ? Jalan keluarnya mudah kata Fudhail. Orang itu
bertanya lagi : Apakah itu wahai Abu Ali ?
Hendaklah engkau berbuat kebaikan disisa umurmu. Niscaya Allah akan mengampuni
(dosa) apa yang telah lalu atas dirimu. Sesungguhnya jika engkau tetap berbuat
keburukan pada sisa umurmu niscaya engkau akan dihisab atas semua perbuatan
(buruk) mu yang telah lalu dan yang akan datang.
sisa umur kita yang sedikit ini untuk melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada
Allah Ta’ala, karena sungguh kita benar benar akan mempertanggung jawabkan
semua apa yang telah kita lakukan di dunia ini.
manusia mengira dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban) ?
Q.S al Qiyaamah 36.





































