Azwir B. Chaniago
Kitab Mawaaridul Amaan, Imam Ibnul Qayyim menyebutkan tiga keadaan, yaitu hati
yang sehat, hati yang sakit dan hati
yang mati.
syahwat yang menyelisihi perintah Allah dan larangan-Nya.
padanya dan tidak mengenal Allah Ta’ala.
gus terdapat penyakit. Terkadang sadar untuk berbuat taat terkadang lalai.
hati yang sehat maka teruslah pelihara dan bersyukurlah kepada Allah Ta’ala.
Jika seseorang memiliki hati yang sakit maka berusahalah mengobatinya dengan
menjaga ketaatan dan menjauhkan segala yang dibenci Allah Ta’ala.
tentu merupakan suatu keadaan yang paling buruk. Diantara tanda tandanya akan terlihat, yaitu :
kelezatannya.
Allah. Tidak peduli apakah Allah ridha atau murka.
Rasa cinta, takut, berharap dan tawakalnya bukan kepada Allah semata.
nafsunya. Apabila membenci maka ia membenci karena hawa nafsunya. Dan apabila
mencegah maka ia mencegah karena hawa nafsunya. Maka jadilah ia mengutamakan
hawa nafsunya dari pada mengutamakan keridhaan Allah.
pemimpinnya, kebodohan sebagai kusirnya dan kelalaian sebagai kendaraannya. Oleh
karena itu manusia yang telah mati hatinya maka tujuan hidupnya hanyalah dunia
yang fana.
mati adalah suatu penyakit, mendekatinya adalah racun dan duduk bersamanya
merupakan kebinasaan.
yang secara fisik masih hidup tetapi bisa jadi hatinya telah mati duluan
sebelum badannya mati. Semoga Allah menjadikan hati kita semua menjadi hati
yang hidup dan sehat serta selalu kokoh dalam memegang Iman dan Islam.








































