Azwir B. Chaniago
rabbihim lam yakhirru ‘alaihaa shumman wa ‘umyaanaa”. Dan orang orang yang
apabila diberi peringatan dengan ayat ayat Rabb mereka, mereka tidak bersikap
sebagai orang orang yang tuli dan buta. (Q.S al Furqaan 73).
para ulama tentang sikap orang yang mengindahkan atau tidak mengabaikan al
Qur-an, diantaranya :
diberi peringatan dengan al Qur-an, mereka tidak menyikapinya sebagai orang
tuli atau sebagai orang buta. Akan tetapi
mereka benar benar mendengarkan, memperhatikan dan meyakininya.
seperti orang tuli atau buta, tetapi mereka takut dan khusyu’ (dalam menyimak
ayat al Qur-an yang disampaikan kepada mereka).
dengan mendengarkan dan memperhatikannya.
apabila ayat ayat al Qur-an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersikap cuek
sehingga terkesan tidak memperhatikan.
penafsiran tersebut maka makna firman Allah diatas adalah, mereka tidak
bersikap tuli dan buta terhadap ayat ayat al Qur-an yang disampaikan kepada
mereka sebagai peringatan. (Kitab Fawaidul Fawaid).
makna ayat ini : “Dan orang orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat ayat Rabb
mereka, yang mana Dia memerintahkan kepada mereka untuk mendengarnya dan menjadikannya sebagai pedoman, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang
yang tuli dan buta, maksudnya, mereka tidak meresponnya dengan sikap
berpaling darinya, bersikap tuli untuk mendengarnya dan mengalihkan perhatian
dan hati darinya, seperti yang dilakukan oleh orang yang tidak beriman dan
tidak membenarkannya.
mendengarkannya adalah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala : “Sesungguhnya orang orang yang beriman
dengan ayat ayat Kami adalah orang orang yang apabila diperingatkan dengan ayat
ayat (Kami) niscaya mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya,
sedangkan mereka tidak menyombongkan diri (Q.S as Sajdah 15).
ayat ayat itu, rasa membutuhkannya, tunduk dan patuh kepadanya. Anda akan
menjumpai mereka memiliki telinga yang peka dan hati yang sensitif hingga iman
mereka bertambah karenanya. Makin sempurna keyakinannya karenanya, menimbulkan
semangat pada diri mereka dan mereka sangat senang dan berbahagia karenanya.
(Tafsir Karimir Rahman).





































