dalam dua bentuk atau sifat. Pertama : Ibadah dan Kedua :
Muamalah. Ada juga yang menyebutnya
dengan hablum minallahi wahablum minannas. Namun demikian jika dikaitkan dengan niat yang ikhlas dan
dilakukan dengan benar maka insya Allah semuanya bisa menjadi ibadah.
seorang pakar fikih, pengajar tetap di Masjid Nabawi, menjelaskan tentang
Ibadah dan Muamalah berdasarkan tujuannya adalah :
meskipun bisa pula mendapat kebaikan dunia.
bisa pula mendapat kebaikan akhirat.
kaitan langsung dengan muamalah dan
bermanfaat pula untuk akhirat sebagai ibadah, adalah menyebarkan salam atau memberi
dan menjawab salam. Sebenarnya, sehari-hari saudara kita sesama muslim, pada umumnya, sudah akrab dengan aktivitas memberi
dan menjawab salam.
sangatlah dianjurkan oleh syari’at dan memiliki faedah yang banyak. Ini termasuk amalan ringan namun memiliki keutamaan
yang sangat banyak dan baik akibatnya. Diantara keutamaannya adalah :
ath’imith tha’ama wa silil arhama waqum billaili wannasu niyaamun, syummad
khulil jannata bisalam”. Sebarkan salam, berilah makan, sambunglah tali
silaturrahim, shalatlah dimalam hari ketika manusia tidur dan masuklah surga
dengan selamat. (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban dan al Hakim).
tha’ama, wa afsyus salaama, tuwarrasul jinaan”. Berilah makan dan sebarkanlah salam, niscaya
kalian akan mewarisi surga (Lihat Silsilah hadits shahih, Syaikh al Albani)
salam,niscaya kalian akan selamat. (H.R. Bukhari dalam Adabul Mufrad, Imam
Ahmad).
salaama kaita’luu” Sebarkanlah salam
agar kalian memperoleh kedudukan yang tinggi (H.R Imam ath Thabrani, dari Abud
Darda’
amalan terbaik. Rasulullah telah
menjelaskannya kepada umatnya. Pada waktu ditanyakan kepada Rasulullah : Amalan apa yang terbaik ? Beliau bersabda : “Tuth’imuth tha’aama, wa taqra-us
salaama ‘ala man ‘arafta wa man lam ta’rif”.
Engkau memberi makan dan mengucapkan salam, baik kepada
orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim,
dari Ibn Amr).
sayang.
menjawab salam akan membuat tersebarnya kasih sayang ditengah tengah masyarakat
muslim.
salam diantara kalian, niscaya kalian saling mencintai” (H.R. al Hakim, dari Abu Musa).
tadkhulunal jannata hatta tu’minuu, wa laa tu’minuu hatta tahabbuu. Awalaa
adullukum ‘ala syai-in idzaa fa’altumuuhu tahaababtum ? Afsyus salaama
bainakum” Demi Dzat yang jiwaku
ada ditanganNya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian
tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan
sebuah amalan yang apabila kalian melakukannya, niscaya kalian akan saling
mencintai.
Sebarkanlah salam diantara kalian (H.R. Muslim, dari Abu Hurairah)
menjawab salam agar menebarkan salam betul betul akan bermanfaat bagi kaum
muslimin, yaitu :
karena suka memberi salam.
perasaan di hati bahwa kita betul betul menginginkan : Keselamatan, berkah dan
rahmat Allah bagi saudara kita sesama muslim, bukan sekenanya saja.
Itulah diantara keutamaan menyebarkan salam. Sungguh hal ini bermanfaat bagi seorang muslim dan kaum
muslimin pada umumnya. Oleh karena itu maka seorang hamba tidaklah akan
mengabaikannya.






































