Chaniago
sarana pemelihara keyakinan. Bukti keimanan. Induk segala bentuk pendekatan
diri kepada Allah. Amal yang pertama kali akan dihisab. Perintah ibadah yang
super istimewa yaitu diterima langsung oleh
Rasulullah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala pada saat isra’- mi’raj.
bagi seorang hamba. Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya ash Shalah mengatakan:
tidaklah berselisih pendapat bahwa siapa yang meninggalkan shalat dengan
sengaja adalah termasuk dosa besar yang paling besar.
shalat) lebih besar disisi Allah dari pada membunuh jiwa, mengambil harta
(tanpa hak), dosa zina, mencuri dan minum khamar.
sesungguhnya dia (orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja) akan
berhadapan dengan siksa Allah dan kemurkaanNya serta kehinaan di dunia dan di
akhirat.
berupa perbuatan, gerak dan ucapan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan
salam, sesuai ketentuan, dengan cara-cara yang ditetapkan syari’at Islam.
bentuk komunikasi langsung dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang didalamnya
memuat puji-pujian, janji untuk taat dan doa yang dimohon untuk kebahagiaan di
dunia dan di akhirat dengan merendahkan
diri serta tunduk dihadapanNya.
Allah dalam keadaan sulit.
aiyuhal ladzina aamanus ta’iinuu bishshabri washshalaah innallaha ma’ash
shabiriin”. Wahai orang orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan
sabar dan shalat. Sungguh Allah bersama orang orang yang sabar (Q.S al Baqarah
153).
Jika menghadapi masalah besar maka Rasulullah minta pertolongan kepada Allah
dengan melakukan shalat sunat. Ini adalah sebagaimana kesaksian para sahabat.
(sebelum) perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah. Beliau shalat
dan berdoa sampai subuh”.
malam perang Ahzab, saya menemui Rasulullah dan senantiasa beliau shalat dan
menutup tubuhnya dengan jubah. Hudzaifah juga berkata : “Inna nabiyyu
salallahu ‘alaihi wasalam idzaa hazabahu amrun shalla” Nabi salallahu ‘alaihi wasallam apabila
dirundung masalah maka beliau
mengerjakan shalat”. (H.R Imam Abu Dawud, dihasankan oleh Syaikh al Albani)
Allah wajibkan kepada para hamba. Barang siapa yang mengerjakannya dan tidak
menyia-nyiakannya sedikitpun karena menganggap remeh akan hak Allah maka Allah
memberikan janji akan memasukkannya kedalam surga”. (Al Iraqi berkata, H.R. Abu
Dawud dan an Nasa’i, al Ihya).
dosa. Rasulullah bersabda : “Fainna shalawaatil khamsi tudzhibudz dzunuuba
kamaa yudzhibul maa’ud daran” Maka sesungguhnya shalat lima waktu itu akan
membersihkan dosa-dosa sebagaimana air yang membersihkan kotoran (H.R Muslim).
Allah dan Rasul-Nya.
muslimin dan tata caranya telah diajarkan oleh Rasulullah salallahu ‘alaihi
wasallam Seorang hamba yang melakukan shalat adalah suatu bukti
kepatuhannya.
shalaata wa aatuz zakaata warka’u ma’arraki’in. Dan dirikanlah shalat
tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk (Q.S al Baqaran
43).
liduluukisy syamsi ilaa ghasaqil laili wa qur’anal fajr, inna qur’anal fajri
kaana masyhuuda.” Dirikanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai
gelapnya malam dan (dirikan pula shalat) subuh. Sungguh shalat subuh itu disaksikan
(oleh malaikat). Q.S al Israa’ 78.
kesyirikan dan kekufuran.
bainasy syirki awilkufri tarkush shalaah.” Pemisah antara seorang (muslim)
dengan kesyirikan atau kekufuran adalah meninggalkan shalat. (H.R Muslim).
benar dan sempurna akan menghalangi seorang hamba dari berbuat keji dan
mungkar. Allah Ta’ala berfirman : “Innash shalaata tanhaa ‘anil fahsyaa’i
wal munkar.” Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan
mungkar. (Q.S al Ankabuut 45)
Wail dari Abdullah dia berkata, Rasulullah bersabda : “Awwalu yuhasabu bihil
‘abdush shalaah.” Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba adalah shalat. (H.R an Nasa’i
dan ath Thabrani).
pulalah amal amalnya yang lain. Oleh karena itu amal yang pertama akan
diperiksa nanti di akhirat adalah shalat.
Islam dan saya belum mengerjakan shalat. Tapi mengapa saya belum mau
memulainya sekarang juga.
Allah berfirman : “Wa saari’uu ilaa maghfiratin min rabbikum wa jannatin
‘ardhuhas samaawaatu wal ardhu, u’iddat lil muttaqiin.” Dan bersegeralah
kamu mencari ampunan Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit
dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S Ali Imran
133).
melaksanakan shalat karena belum
mengetahui tata caranya yang benar. Tapi mengapa saya tidak mencari
tahu, bertanya dan belajar kepada yang
sudah tahu.
inkuntum la ta’lamuun” Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu,
jika kamu tidak mengetahui. (Q.S al Anbiya’ 7).
melakukannya di awal waktu sebagaimana yang diajarkan dan dipraktekkan oleh
Rasulullah bersama sahabat
Rasulullah bersabda: Shalat pada waktunya. (H.R Bukhari dan Muslim).
shalat itu sudah saya lakukan dengan ikhlas dan ittiba’.
adalah : Ikhlas yaitu karena Allah semata bukan karena yang lain. Allah
berfirman “Wamaa umiruu illa liya’budullaha mukhlishina lahuddin.” Padahal
tidaklah mereka disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus. (Q.S al Baiyinah
5).
diajarkan atau dicontohkan oleh Rasulullah. Bukankah Rasulullah yang telah
membawa risalah Islam ini kepada kita dan beliaulah yang paling tahu tentang
agama ini. Rasulullah bersabda : “Man ‘amila ‘amalan laisa lahu amruna
fahuwa raddun.” Barang siapa yang
melakukan suatu amal yang tidak ada perintahnya dari kami maka amal itu
tertolak. (H.R Muslim).
apakah saya sudah mengajak keluarga dan orang-orang terdekat dengan saya untuk
melaksanakan shalat dengan cara yang bijak dan tidak pernah bosan. Allah
berfirman : “Yaaiyuhal ladzi na’amanuu quu anfusakum wa ahliikum naara. Wahai
orang orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
(Q.S at Tahrim 66)
melakukannya dengan sebaik mungkin. Tapi apakah saya sudah melengkapinya dengan
shalat-shalat sunat sebagai tambahan amal agar Allah ridha kepada saya.
Bukhari : Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu
yang lebih Aku cintai daripada melaksanakan apa yang telah Aku wajibkan
kepadanya. Dan hamba-Ku masih saja mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan
amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.
meningkatkan kualitas shalat saya baik bacaan, gerakan, kekhusyu’an dan menjaga
tuma’ninahnya yaitu memberikan hak kepada setiap gerakan dalam shalat. Jangan
jangan saya shalat hanya sekedar memenuhi sahnya saja. Jangan-jangan cara
shalat saya masih seperti pada saat saya pertama kali shalat.
shalat dan disuruh mengulangi shalatnya sampai tiga kali, karena dia shalat tanpa
tuma’ninah.
menambah dengan shalat-shalat sunat. Tapi apakah shalat saya telah memberi
bekas kepada tutur kata, sikap, prilaku dan akhlak saya secara keseluruhan.
Jika belum maka saya ingin mencari tahu kenapa. Ini pertanyaan yag besar bagi
saya. Inilah PR yang harus saya perhatikan dengan sungguh sungguh.
hidayahNya. Wallahu A’lam. (252)




































