tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niat dari segala sesuatu yang bisa merusaknya. Ikhlas itu seperti sabar, haruslah
tanpa batas. Jika sabar ada batas itu bukan lagi disebut sabar dan begitupun ikhlas jika ada
batas maka tidak ada lagi ikhlas.
benar benar ikhlas akan bisa terlihat dari keadaan dan sikapnya, antara lain :
hanya akan qana’ah atau merasa cukup terhadap urusan dunia meskipun dengan yang
sedikit. Tapi untuk urusan akhirat dia tidak pernah merasa kenyang. Masih terus
merasa kurang.
kebaikan yang pernah dilakukannya maka dia akan berusaha melupakannya.
pengakuan orang lain. Pujian ataupun celaan baginya sama saja. Malah jika ada
orang memuji perbuatan atau amalnya maka dia akan mengingkarinya.
terhadap kebaikan yang dilakukannya. Dia hanya berharap ridha dan pahala dari
Allah semata.
keburukannya. Setiap amal yang bisa disembunyikan pasti akan diusahakannya
untuk menutupi karena khawatir dengan datangnya sifat riya’
kesendiriannya lebih baik daripada di keramaian. Inilah ciri khas yang ada pada
orang yang ikhlas. Amal terbaiknya akan dilakukan pada saat sendiri tidak ada
yang melihat kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia betul betul merasa sangat
puas jika yang menyaksikan amalnya hanya Allah.
seperti apapun tidak akan membuatnya merasa tersiksa karena dia hanya bersandar
kepada Allah tidak kepada yang lain. Bahkan jika dia dizhalimi akan membuat
imannya semakin kokoh dengan mengambil
sikap yang terpuji yaitu bersabar dan bersyukur pada setiap keadaan.
karena syaithan mengaku tidak mampu menggoda dan menyesatkan hamba Allah yang
ikhlas. Allah berfirman : “Illa
‘ibadaaka minhumul mukhlashin. (Aku
akan menyesatkan) Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas. (Q.S. al Hijr 40).






































