lainnya akan senantiasa mengiringi gerak kehidupan manusia. Ujian itu bisa
datang pada diri, harta, keluarga dan yang lainnya. Semua itu akan senantiasa
dirasakan manusia supaya penghambaan
manusia kepada Allah benar benar terwujud.
Itu adalah sunatullah, ketetapan Allah yang pasti terjadi dan berlaku
pada setiap diri hambaNya.
diantaranya adalah : Allah berfirman : “Ahasiban naasu an yutrakuu an
yaquuluu aamannaa wa hum laa yuftanuun” Apakah manusia mengira bahwa mereka akan
dibiarkan dengan hanya mengatakan : “Kami telah beriman”, dan mereka tidak
diuji ? (Q.S al Ankabuut 2)
mu’mini kamatsaliz zar’i, laatazaalur riihu tamiiluhu, walaa yazaalul mu’minu
yushiibuhul bala’. Perumpamaan seorang mu’min tak ubahnya seperti tanaman,
angin akan selalu meniupnya, ia akan selalu mendapat cobaan (H.R Imam Muslim).
juga mengingatkan manusia terutama orang orang beriman tentang adanya ujian
atau cobaan yang akan mendatangi mereka. Allah berfirman : “Latublawunna fii
amwaalikum wa anfusikum wa latasma’unna minal ladziina uutul kitaaba min
qablikum wa minal ladziina asyrakuu adzan katsiran. Wain tashbiruu wa tattaquu
fainna dzaalika min ‘azmil umuur”. Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan
dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati
dari orang orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang orang musyrik.
Jika kamu bersabar dan bertakwa maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk
urusan yang (patut) diutamakan.
menjelaskan tentang ayat ini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan dan
mengarahkan pembicaraan kepada kaum mukminin bahwasanya :
zakat, pen.) dan sunnah (seperti sedekah, pen.) dan berupa kemungkinan habis di
jalan Allah.
berat di atas sebagian besar manusia
lain. Seperti jihad di jalan Allah dan kemungkinan adanya kelelahan, pembunuhan
dan tertawan atau terluka. Atau penyakit yang menimpa pada dirinya atau pada
orang yang dicintainya.
orang musyrikin, adzan kasyiran, yaitu gangguan yang banyak berupa (berbagai)
tuduhan pada diri kalian dan pada agama kalian serta kitab kalian.
hambaNya yang beriman tentang adanya ujian tersebut menyimpan beberapa faedah,
di antaranya adalah :
terlihatlah seorang mukmin yang benar dari yang selainnya.
disebabkan (1) Allah menghendaki bagi mereka kebaikan. (2) Agar derajat mereka
semakin tinggi (3) Agar gugur kesalahan kesalahan mereka. (4) Agar iman mereka bertambah dan keyakinan mereka
semakin sempurna. Apabila Allah mengabarkan hal demikian kepada mereka maka hal
itu pasti akan terjadi sebagaimana yang dikabarkan-Nya.
rasuuluhu, wa sadaqallahu , wamaa zaadahum illaa imaanan wa tasliimaa” Mereka
berkata : Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Dan benarlah
Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka
kecuali iman dan ketundukan (Q.S al Ahzab 22)
adanya ujian) itu agar jiwa mereka tegar menghadapi keadaan tersebut dan
bersabar atasnya apabila terjadi. Karena mereka telah bersiap siap menghadapi
kejadian tersebut maka mudahlah bagi mereka untuk memikulnya dan ringan bagi
mereka pengorbanan biayanya dan mereka bersandar kepada sabar dan takwa. (Tafsir
Karimir Rahman).
Allah kepada seorang hamba, termasuk
ujian dan cobaan dan yang lainnya, pastilah
memiliki hikmah yang sempurna. Bukan sesuatu yang sia sia. Allah
berfirman : “Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baatilan, subhaanaka faqinaa
‘adzaban naar”.“Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan
sia sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari adzab neraka” (Q.S Ali Imran
191)
atas segala ujian dan cobaan yang pada satu saat pasti akan mendatangi kita.







































