menciptakannya. Yang telah memberinya berbagai nikmat untuk menjalani hidup di dunia dan
menjanjikan baginya kehidupan akhirat yang lebih baik yaitu dengan menjaga
ketaatan kepada-Nya.
kembali kepada dirinya dalam berbagai bentuk kebaikan dan manfaat yang telah
Allah janjikan baginya.
lafatahnaa ‘alaihim barakaatin minas samaa-i wal ardhi, wa laakin kadzdzabuu fa
akhadznaa hum bimaa kaanu yaksibuun”. Dan sekiranya penduduk negeri beriman
dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan
dari bumi. Tetapi ternyata (mereka) mendustakan (ayat ayat Kami) maka Kami
siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S al A’raaf 96).
famanit taba’a hudaaya falaa yadillu walaa yasyqaa” Jika datang kepadamu
petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku dia tidak
akan sesat dan tidak akan celaka (Q.S Thaahaa 123)
diperoleh seorang hamba yang senantiasa melakukan ketaatan kepada Allah dan
RasulNya, yaitu selamat di akhirat dengan mendapatkan surga Allah.
wa rasuulahuu yudkhilhu jannaatin tajriimin tahtihal anhaaru khaalidiina fiiha,
wa dzaalikal fauzul ‘azhiim” Itulah
batas batas (hukum) Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia
akan memasukkannya ke dalam surga surga yang mengalir di bawahnya sungai sungai
, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang besar. (Q.S an Nisa’ 13).
patuh kepada apa apa yang telah diperintahkan Allah dan Rasul-Nya yaitu sebagai bukti
ketaatan kita.




































