telah kita ikrarkan kepada Allah. Baik janji untuk taat dalam pengabdian
kepada-Nya maupun dalam bentuk persaksian
bahwa Allah adalah Rabb yang menciptakan kita dan kepada-Nya saja setiap hamba menyembah dan
minta pertolongan.
kepada Allah adalah :
dan bersaksi bahwa Rabb kita adalah adalah Allah Ta’ala. Ini
adalah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah : “Dan( ingatlah) ketika
Rabbmu mengeluarkan dari sulbi (tulang
belakang) anak cucu Adam keturunan mereka, dan Allah mengambil kesaksian
terhadap roh mereka (seraya berfirman) : Bukankah Aku ini Rabb-mu ?. Mereka
menjawab : Benar (Engkau Rabb kami), kami bersaksi” (Q.S al A’raaf 172).
dalam shalat maupun diluar shalat. Sungguh syahadat adalah persaksian
kita terhadap Allah dan persaksian kita Rasul-Nya. Konsekwensinya adalah janji
kita untuk taat kepada Allah secara ikhlas dan untuk mengikuti apa yang telah
diajarkan Rasulullah dalam aqidah, ibadah, akhlak dan muamalah.
membaca surat al Fatihah sebagai syarat sahnya shalat kita. Pada surat al
Fatihah terdapat janji kita kepada Allah yaitu : “Iyyaaka na’budhu wa iyyaaka
nasta’iin” Hanya kepada Engkaulah
kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Ini juga merupakan janji kita yang sangat
jelas dan tegas bahwa kita akan taat kepada Allah.
shalat adalah : “Qul innash shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii
lillahi rabbil ‘alamiin” Katakanlah (wahai Muhammad); Sesungguhnya
shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Rabb seluruh alam. (Q.S
al An’am 162). Sungguh ini juga janji kita untuk taat kepada Allah.
untuk memelihara dan menepati janji, diantaranya adalah :
‘uquud” Wahai orang orang yang
beriman, penuhilah janji janji. (Q.S al Maidah 1)
mas-uulaa” Dan penuhilah janji
karena janji itu pasti diminta pertanggung- jawabannya. (Q.S al Isra’ 34)
yang diperingatkan Rasulullah kepada umatnya bahwa mengingkari janji adalah
salah satu tanda orang munafik. Rasulullah bersabda : “Ayatul munafiqi tsalats,
Idzaa haddatsa kadzaba, wa idzaa wa’ada akhlafa wa idzaa tumina khaana” Tanda
tanda orang munafik ada tiga (1) Apabila
berbicara ia berdusta (2) Apabila berjanji ia mengingkari (3) Apabila diberi
amanat ia berkhianat” (H.R Imam Muslim)
buruk dimata Allah dan akan ditempatkan di neraka yang paling bawah.
minannaar. Walan tajida lahum nashiiraa”. Sungguh orang munafik itu (ditempatkan) pada
tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang
penolongpun bagi mereka. (Q.S an Nisa’ 145). Na’udzubillahi min dzaalik.
berfirman : “Matsaluhum kamatsalil ladziis tauqada naaraa, falammaa
adhaa-atmaa haulahuu dzahaballahu binuurihim wa tarakahum fii zhulumaatin laa
yubshirun” Perumpamaan mereka (orang munafik) seperti
orang orang yang menyalakan api. Setelah menerangi sekelilingnya, Allah
melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam
kegelapan dan tidak dapat melihat. (Q.S al Baqarah 17). Na’udzubillahi min
dzaalik.
sungguh sungguh dari kita semua adalah :
dengan ikhlas.
Allah dalam bentuk ibadah. Apakah sudah sebagaimana yang diajarkan dan
dicontohkan oleh Rasul-Nya.
melakukan muhasabah yaitu memeriksa diri apakah kita telah menepati janji janji
kita kepada Allah. Kalau masih terasa ada yang kurang maka segerahlah
sempurnakan atau perbaiki yaitu untuk mendekatkan diri dan mencari ridha-Nya.
lakukan untuk memenuhi janji janji kita kepada Allah.





































![[Lirik+Terjemahan] Tomomi Itano – Little (Kecil)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/Itano-Tomomi-Little.jpg?fit=500%2C500&ssl=1)
